pengelolaan SDM dalam sustainability report

Bagaimana Perusahaan Memandang Peran SDM yang Dimilikinya?

Bagaimana perusahaan memandang peran sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya dapat tercermin dalam sustainability report. Dalam laporan berkelanjutan, concern perusahaan terhadap SDM bisa dilihat dari cakupan kewajiban perusahaan atas program imbalan pasti yang termasuk:

  1. Bila kewajiban-kewajiban yang direncanakan yang dipenuhi oleh sumber daya umum perusahaan, laporkan taksiran nilai kewajiban tersebut.
  2. Bila terdapat sumber dana terpisah untuk membayar kewajiban rencana pensiun, laporkan:
    • Sejauh mana skema kewajiban-kewajiban tersebut diestimasikan dapat dibayarkan dengan aset yang disisihkan untuk membayarnya
    • Dasar yang dijadikan landasan estimasi tersebut
    • Kapan estimasi tersebut dibuat

3. Bila dana yang disiapkan untuk membayar kewajiban rencana pensiun tidak sepenuhnya dapat ditanggung, jika ada, jelaskan strategi yang dipilih oleh perusahaan untuk memastikan agar sepenuhnya dapat ditanggung, dan skala waktu, jika ada, yang diharapkan perusahaan untuk dapat mencapai pertanggungan penuh.

4. Laporkan persentase gaji yang dikontribusikan, menurut karyawan atau pemberi kerja.

5. Laporkan tingkat partisipasi pada rencana pensiun (misalnya partisipasi dalam skema wajib atau sukarela, skema berdasarkan negara atau regional, atau skema dengan dampak finansial).

Pengelolaan SDM Dalam Sustainability Report

pengelolaan SDM dalam sustainability reportMenukil dari sustainability report salah satu perusahaan, perhatian perusahaan terhadap SDM yang dimilikinya juga dapat dilihat dari upaya pengelolaan SDM. Pengelolaan SDM dalam sustainability report tersebut diambil dari kebijakan strategis perusahaan dengan melakukan penyempurnaan perusahaan dan manajemen yang berdampak positif pada peningkatan kinerja SDM perusahaan secara keseluruhan.

Internalisasi Budaya

Dengan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate Governance/GCG), Perusahaan selalu menyempurnakan internalisasi budaya dalam pengembangan SDM, implementasi keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan (K3L), kegiatan pemberdayaan masyarakat (community development), dan memperbaharui implementasi ISO 14001 (pengelolaan limbah).

Dalam usaha untuk merealisasikan pertumbuhan bisnis yang memperhatikan keberlanjutan, perusahaan meletakkan prioritas utama pada SDM sebagai aspek sosial keberlanjutan.

SDM sebagai aset perusahaan memerlukan strategi yang selalu mengalami perbaikan terus menerus. Perusahaan merancang kebijakan pengembangan SDM yang bertujuan untuk mendukung karyawan bekerja secara produktif agar memberikan kinerja yang lebih baik, baik bagi karyawan maupun kinerja perusahaan.

Contoh Pengelolaan SDM Dalam Sustainability Report

pengelolaan sdm dalam sustainability report
Gambar Oleh: pch.vektor – Freepik

Perekrutan Karyawan

Pengelolaan SDM dalam sustainability report dimulai dari perekrutan karyawan baru dan pergantian karyawan. Pada tahun lalu, perusahaan berhasil menjaga tingkat perputaran karyawannya pada tingkat yang relatif rendah yaitu di bawah 10%. Jumlah karyawan tetap perusahaan pada tahun lalu meningkat 3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Total karyawan (baik yang tetap maupun tidak tetap) mencapai pun meningkat sebesar 2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Untuk memberikan manfaat lebih pada masyarakat lokal dalam mencapai kemandirian dan kemakmuran, perusahaan juga merekut karyawan daerah sekitar operasi. Dalam kebijakannya, perusahaan mengedepankan prinsip kesetaraan dan diversitas sehingga proses perekrutan karyawan dapat berjalan secara profesional.

Turnover Karyawan

Perusahaan senantiasa berupaya membangun lingkungan kerja yang kondusif dan nyaman bagi karyawan. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya perputaran karyawan yang mengundurkan diri. Pada tahun lalu, terjadi penurunan karyawan yang mengundurkan diri lebih dari 50% dibandingkan tahun sebelumnya. Loyalitas karyawan mulai terbangun seiring internalisasi budaya perusahaan yang makin tertanam dalam diri karyawan. Kompensasi dan terbukanya kesempatan pengembangan bagi karyawan menambah faktor yang menyebabkan turunnya angka karyawan yang mengundurkan diri.

Komposisi Karyawan

Dalam sustainability report, perusahaan juga bisa mencantumkan komposisi karyawan berdasarkan kelompok usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin dan sebagainya. Bila kelompok usia, misalnya, milenial meningkat jumlahnya, maka perlu dijelaskan mengapa hal itu bisa terjadi. Perusahaan bisa saja menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah karyawan milenial seiring dengan perkembangan tren, teknologi hingga lingkungan sekitar yang memerlukan SDM dengan karakter sesuai milenial, seperti suka mencari hal-hal baru, kritis dan lain-lain.

Terkait tingkat pendidikan, perusahaan juga bisa menjabarkan latar belakang, misalnya, terjadi penurunan karyawan yang masih duduk di bangku sekolah formal. Hal ini mempertimbangkan keterampilan dan kesiapan karyawan dalam upaya mencapai kinerja perusahaan yang terus membaik. Komposisi latar belakang pendidikan perusahaan yang paling memperlihatkan penurunan yang signifikan pada tahun lalu adalah jumlah karyawan dengan latar belakang pendidikan di bawah SMA yang menurun hingga 30% dibandingkan tahun sebelumnya.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Perusahaan yang concern terhadap keselamatan SDM di lingkungan kerja juga sangat dianjurkan mencantumkannya di dalam sustainability report. Perusahaan memandang SDM sebagai aset yang sangat berharga. Perusahaan menyadari penuh bahwa pertumbuhan dan keberlanjutannya sangat tergantung pada seluruh karyawan.

Oleh sebab itu, perusahaan memberikan perhatian yang tinggi terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja SDM. Perusahaan saat ini memiliki beberapa fasilitas dan program untuk mendukung aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Target utama perusahaan adalah adanya zero accident atau tidak terjadinya kecelakaan kerja dan produktivitas karyawan meningkat. Zero accident ini sangat lekat dengan perusahaan yang padat modal, tenaga kerja, dan risiko.

Related Post: Memaknai Kinerja Keberlanjutan Dalam Sustainability Report

Salah satu wujud konkret kepedulian perusahaan terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja SDM adalah pemberian fasilitas asuransi, baik kepada karyawan maupun anggota keluarganya. Selain itu, sebagai bentuk kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban pendafataran karyawan dalam Program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan juga telah mendaftarkan seluruh karyawannya dalam program pemerintah tersebut.

Selain itu, perusahaan juga menyediakan beberapa fasilitas kesehatan lainnya, seperti medical checkup, pemantauan kesehatan, dan rujukan pelayanan kesehatan.

Tak hanya itu, perusahaan juga membentuk Komite K3 yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama melalui Keputusan Direksi. Komite tersebut bertujuan untuk memastikan pemenuhan fasilitas dan prosedur keselamatan telah dijalankan dengan baik oleh semua unit. Selain itu, komite ini juga bertanggung jawab untuk memberikan pelatihan-pelatihan terkait dengan isu kesehatan dan keselamatan kerja.

Mencari jasa pembuatan sustainability report? Hubungi Sooca Design sebagai jasa pembuatan sustainability report, sustainability report BPR dan pedoman GCG bagi perusahaan Anda. Kunjungi portofolio kami disini dan segera hubungi tim pemasaran Sooca Design untuk mendapatkan penawaran menarik.

Sumber:

Pedoman Laporan Keberlanjutan Perusahaan GRI4

Laporan Keberlanjutan Ancol 2019

GRATIS Mini Course

Kategori