tantangan keberlanjutan perusahaan dalam laporan keberlanjutan

Menyikapi Tantangan Keberlanjutan Dalam Perusahaan

Dalam menjalankan seluruh kegiatannya, perusahaan tak mungkin luput dari tantangan. Terkadang, tantangan datang tidak pada satu periode saja, melainkan datang bergantian, berkepanjangan, atau bertubi-tubi. Perusahaan harus menyikapi tantangan keberlanjutan itu dengan solusi-solusi yang tepat.

tantangan keberlanjutan perusahaan dalam laporan keberlanjutan
Sumber Gambar: Freepik.com

ERM Group, sebuah konsultan multinasional mengenai keberlanjutan (sustainability) menyebutkan ada 10 tren mengenai sustainability yang harus dipertimbangkan oleh perusahan. 

Kesepuluh trends itu adalah sebagai berikut:

  1. Climate Mitigation (Mitigasi iklim)
  2. A Changed Climate (Iklim yang berubah)
  3. Circular Solution (Solusi Sirkuler)
  4. Plastics (Sampah Plastik)
  5. Sustainable Consumption (Konsumsi berkelanjutan)
  6. Supply Chain (Jalur pasok dan distribusi)
  7. Protecting Biodiversity (Perlindungan keragaman hayati)
  8. Tech for the SDGs (Teknologi penunjang pembangunan berkelanjutan)
  9. Human Capital (Sumber daya manusia)
  10. Sustainable Finance (Keuangan yang berkelanjutan)

Sebagian dari poin di atas sangat mungkin menjadi tantangan sebuah perusahaan. The Ellen MacArthur Foundation, misalnya, memperkirakan industri fashion global harus kehilangan US$ 100 miliar setiap tahun dari pakaian yang harus dibuang ke tempat sampah atau dibuang ke tungku pembakaran. Kondisi ini yang kemudian mendorong sejumlah merek menawarkan jasa perbaikan dan penjualan kembali busana bekas mereka.

Eileen Fisher menawar pembelian kembali produknya dan menawarkan jasa perbaikan. Nudie Jeans memperbaiki 55 ribu pasang jin di tokonya pada tahun 2018, dan di 32 tokonya di seluruh dunia. Di Inggris, Ted Baker, bersama portal luxury fashion Farferch dan busana luar ruang FW, membentuk model bisnis baru yang menawarkan penjualan dan perbaikan kembali produk-produk yang telah dijual. Suatu upaya untuk mengurangi limbah dan menggencarkan program “Circular Fashion Fast Forward”. Itu adalah satu contoh konkret dalam menghadapi dan menyikapi tantangan keberlanjutan perusahaan yang ada.

Tantangan Keberlanjutan Perusahaan

tantangan keberlanjutan perusahaan dalam laporan keberlanjutanTantangan keberlanjutan perusahaan pun perlu dimasukkan pada laporan keberlanjutan. Tantangan keberlanjutan perusahaan dalam laporan keberlanjutan setidaknya mencakup:

  • Pandangan akan tantangan dan target utama organisasi untuk tahun yang akan datang serta sasaran untuk 3-5 tahun mendatang.
  • Uraian mengenai dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial organisasi yang signifikan, dan peluang serta tantangan terkait. Termasuk di dalamnya pengaruh terhadap hak-hak para pemangku kepentingan sebagaimana yang didefinisikan menurut undang-undang nasional dan harapan dalam standar dan norma yang diakui secara internasional.
  • Penjelasan tentang pendekatan dalam rangka memprioritaskan tantangan dan peluang tersebut.

Merujuk salah satu laporan keberlanjutan perusahaan di dalam negeri, sebagai permulaan, perusahaan dapat menegaskan komitmennya dalam menjaga interaksi yang harmonis dengan para pelanggan, pemegang saham, investor, karyawan, pemasok, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), warga sekitar perusahaan, dan juga dengan lingkungan alam.

Perusahaan menyadari bahwa tantangan keberlanjutan yang dihadapi saat ini dan di masa yang akan datang tidaklah ringan. Secara ekonomi, perusahaan menghadapi beberapa tantangan terkait persaingan dengan institusi bisnis lainnya, masih rendahnya daya beli masyarakat yang mengakibatkan masih rendahnya individual spending, dan tingginya kebutuhan investasi untuk mengembangkan teknologi baru. Tantangan-tantangan tersebut akan dapat mempengaruhi kinerja ekonomi perusahaan apabila tidak dilakukan terobosan-terobosan dan inovasi dalam proses bisnis perusahaan. 

Di samping itu, dari aspek lingkungan, tantangan terbesar perusahaan adalah menjaga kebersihan pesisir pantai dan laut, serta memperhatikan keselarasan bisnis perusahaan dengan keanekaragaman hayati yang mempengaruhi perusahaan. Oleh sebab itu, perusahaan telah mengembangkan program-program lingkungan yang memastikan keberlanjutan perusahaan dari aspek lingkungan.

Dari aspek sosial, perusahaan memiliki tantangan untuk dapat menyampaikan sebanyak mungkin manfaat bagi masyarakat sekitar perusahaan melalui program-program kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.

Area operasional perusahaan yang luas dan tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia juga memberikan tantangan tersendiri. Terlebih, perusahaan berbasis sumber daya alam yang memiliki karakteristik tersendiri di tiap wilayah operasionalnya.

Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, perusahaan memiliki komitmen dalam menjalankan tanggung jawab perusahaan pada tiga pilar keberlanjutan, yakni ekonomi, lingkungan, dan sosial. Komitmen perusahaan dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan ekonomi dan pendidikan sebagai wujud tanggung jawab perusahaan sudah dirintis sejak tahun 2000. Sejak itu, perusahaan selalu mengikuti perkembangan kebutuhan berkaitan dengan kondisi ekonomi dan pendidikan. Sementara itu, program kesehatan baru diluncurkan pada tahun 2005. Selaras dengan program-program ekonomi dan pendidikan, program kesehatan juga mengikuti perkembangan kebutuhan dari waktu ke waktu.

Agar kegiatan pemberdayaan tersebut menjadi lebih terarah dan tepat sasaran, maka perusahaan melalui Kebijakan Strategi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan yang tertuang dalam SK Direksi memformulasikan strategi keberlanjutan sehingga perusahaan semakin dapat merealisasikan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan secara lebih strategis.

Tak hanya itu, perusahaan juga menyusun Grand Design Risk Based Budgeting (RBB) sebagai respons atas beberapa permasalahan dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi perusahaan selama ini. RBB ini merupakan terobosan untuk menjawab tantangan-tantangan yang kerap muncul terkait anggaran, seperti revisi anggaran pada awal atau tengah tahun berjalan, implementasi mitigasi risiko yang masih kurang optimal, dan potensi tidak selarasnya Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).

Intinya, perusahaan mewujudkan berbagai program kegiatan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility) yang berlandaskan prinsip-prinsip sustainability development goals dan aturan-aturan pendukung yang berlaku. Dengan demikian, perusahaan meletakkan aspek lingkungan dan aspek pemberdayaan sosial kemasyarakatan sejajar dengan arah kebijakan strategis perusahaan dalam mencapai visi dan misi perusahaan.

Perusahaan meyakini tantangan sekaligus makna keberlanjutan bagi perusahaan adalah bagaimana upaya perusahaan untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Indonesia secara luas dapat menikmati manfaat yang berkelanjutan dari berbagai kegiatan perusahaan. Untuk itu, percayakan tantangan dalam laporan berkelanjutan kepada Sooca Design. Sooca Design merupakan agensi kreatif yang profesional dalam pembuatan sustainability report maupun sustainability report BPR dan juga pembuatan pedoman GCG bagi perusahaan Anda. 

Related post: Jasa Pembuatan Sustainability Report Tahun 2020-2021

 

Sumber:

Pedoman Laporan Keberlanjutan Perusahaan GRI4

Laporan Keberlanjutan Perusahaan 2019

Laporan Keberlanjutan Perusahaan 2019

GRATIS Mini Course

Kategori