Kinerja keberlanjutan merupakan salah satu aspek sustainability report. Kinerja Keberlanjutan ini memuat kinerja perusahaan dari berbagai aspek secara holistik. Maksudnya, Kinerja Keberlanjutan harus menyajikan kinerja organisasi dalam konteks keberlanjutan yang lebih luas. Perinciannya baru disusun secara parsial berdasarkan tiap aspek.

Informasi mengenai kinerja harus disertakan sesuai konteks. Pertanyaan yang mendasari pelaporan keberlanjutan adalah bagaimana sebuah perusahaan berkontribusi atau bertujuan untuk memberikan kontribusi di masa mendatang, terhadap peningkatan atau penurunan kondisi, pengembangan, dan tren ekonomi, lingkungan, serta sosial di tingkat lokal, regional, atau global.

Informasi yang hanya melaporkan tentang kecenderungan dalam kinerja individual (atau efisiensi organisasi) tidak dapat menjawab pertanyaan mendasar ini. Oleh karena itu, laporan harus berupaya untuk menyajikan kinerja dalam kaitannya dengan konsep keberlanjutan yang lebih luas. Hal ini termasuk mengenai pembahasan kinerja perusahaan dalam konteks keterbatasan-keterbatasan dan permintaan yang terletak pada sumber daya lingkungan atau sosial di tingkat sektor, lokal, regional, maupun global.

Laporan Kinerja Dirinci Berdasarkan Bidangnya

Kinerja Keberlanjutan dalam sustainability report secara lebih rinci bisa disusun seperti berikut ini.

Aspek Sustainability Report : Kinerja Keberlanjutan Bidang Ekonomi

Melalui pengungkapan aspek kinerja ekonomi, maka perusahaan akan terdorong untuk menghasilkan produk atau layanan yang mendatangkan profit.

Sejumlah indikator yang bisa dicantumkan di sini antara lain pendapatan usaha, laba tahun berjalan, pendapatan lainnya, biaya operasi, biaya pegawai, jumlah pegawai, pembayaran kepada Pemerintah (jika ada). Lebih meraiknya, berbagai indikator tersebut ditampilkan dalam bentuk infografis.

Selain itu, rincian indikator lainnya adalah nilai ekonomi yang dihasilkan dan didistribusikan secara langsung, termasuk pendapatan, biaya operator, kompensasi kepada karyawan, donasi dan investasi ke masyarakat. Selanjutnya adalah implikasi keuangan dan berbagai risiko dan peluang untuk segala aktivitas perusahaan dalam menghadapi perubahan iklim hingga bantuan keuangan finansial signifikan yang diperoleh dari Pemerintah (bila ada).

Mari kita telaah lebih detil tentang salah satu isu dalam aspek ekonomi, misalnya implikasi finansial dan risiko serta peluang lainnya kepada kegiatan organisasi karena perubahan iklim. Terkait hal ini, perusahaan bisa memasukkan potensi untuk menghasilkan perubahan substantif dalam operasional, pendapatan, atau pengeluaran, termasuk:

– Uraian risiko atau peluang dan klasifikasinya misalnya fisik, peraturan, atau lainnya

– Uraian tentang dampak terkait dengan risiko atau peluang

– Implikasi finansial dari risiko atau peluang sebelum tindakan diambil

– Metode yang digunakan untuk mengelola risiko atau peluang

– Biaya yang timbul dari tindakan-tindakan yang diambil untuk mengelola risiko atau peluang

Lalu, contoh lainnya, keberadaan di pasar. Perusahaan bisa memasukkan rasio upah standar pegawai pemula (entry level) menurut gender dibandingkan dengan upah minimum regional di lokasi-lokasi operasional yang signifikan.

Perusahaan juga bisa memasukkan dampak ekonomi tidak langsung. Isu ini mencakup pembangunan dan dampak dari investasi infrastruktur dan jasa yang diberikan.

  1. Laporkan sejauh mana pembangunan investasi infrastruktur dan jasa yang diberikan signifikan.
  2. Laporkan dampak saat ini atau yang diperkirakan pada masyarakat dan ekonomi lokal. Laporkan dampak positif dan negatif bila relevan.
  3. Laporkan apakah investasi dan jasa tersebut merupakan keterlibatan komersial, natura, atau secara cuma-cuma.

Praktik pengadaan pun juga bisa tercantum di bagian Kinerja Keberlanjutan, khususnya aspek ekonomi. Terkait pengadaan, misalnya, perusahaan dapat memuat informasi mengenai perbandingan pembelian dari pemasok lokal di lokasi operasional yang signifikan

  1. Laporkan persentase anggaran pengadaan yang digunakan di lokasi operasi yang signifikan yang dibelanjakan pada pemasok lokal pada operasi yang dimaksud (seperti persentase produk dan jasa yang dibeli secara lokal).
  2. Laporkan definisi geografis organisasi tentang ‘lokal’.
  3. Laporkan definisi yang digunakan untuk ‘lokasi operasi yang signifikan.
aspek sustainability report

Gambar Oleh: Freepik

Related Post: Alasan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Perlu Dimasukkan Dalam Annual Report

Aspek Sustainability Report: Kinerja Keberlanjutan Bidang Lingkungan

Pengungkapan kinerja lingkungan menjadi hal yang sangat penting guna menunjukkan eksistensi dan keikutsertaan perusahaan dalam menangani masalah lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan secara moril terhadap lingkungan di mana perusahaan tersebut beroperasi. Perusahaan perlu menunjukkan hal tersebut untuk mendapatkan kepastian bahwa perusahaan telah beroperasi sesuai dengan norma, kaidah, dan peraturan yang berlaku.

Perusahaan yang telah mendapatkan kepastian tersebut akan memperoleh citra dan predikat yang baik di mata publik. Predikat ini akan menjadi nilai tambah bagi perusahaan di mata para stakeholder. Semakin tinggi nilai tambah suatu perusahaan, maka semakin dipercaya dan menarik hati para stakeholder. Ketika perusahaan sudah dipercaya oleh stakeholder, perusahaan akan memiliki hubungan yang baik dengan para stakeholder.

Sejumlah indikator yang bisa ditampilkan di bagian kinerja lingkungan antara lain konsumsi energi, debit air yang dikonsumsi, penggunaan air daur ulang dan sebagainya. Tampilan data berupa infografis akan memudahkan pembaca mencerna bagian ini.

Aspek Sustainability Report: Kinerja Keberlanjutan Bidang Sosial

Faktor yang menyebabkan perkembangan sustainability dari waktu ke waktu adalah adanya tuntutan bagi perusahaan untuk dapat membangun suatu pertanggungjawaban terhadap lingkungan dan sosial. Dimensi kinerja sosial dalam sustainability report menyangkut dampak perusahaan terhadap masyarakat di mana perusahaan beroperasi. Kinerja sosial ini juga mencakup penjelasan risiko dari interaksi dengan institusi sosial lainnya yang mereka kelola.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Soelistyoningrum (2011) menyatakan bahwa dengan adanya pengungkapan kinerja sosial dalam sustainability report, dapat meningkatkan legitimasi perusahaan di masyarakat sehingga diharapkan akan meningkatkan nilai perusahaan dan mempengaruhi tingkat penjualan serta tingkat laba perusahaan.

Jumlah warga yang diberdayakan atau penerima manfaat, warga yang dilatih, pembangunan fasilitas sosial, penyuluhan hingga kepuasan pelanggan merupakan beberapa indikator dalam aspek sosial. Sama seperti aspek ekonomi dan lingkungan, tampilan indikator-indikator pada aspek sosial juga akan terlihat lebih menarik bila disajikan dalam bentuk infografis.

 

Sumber:

Pedoman Pelaporan Keberlanjutan G4 dari Global Reporting Initiative (GRI)

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.