nilai perusahaan

Budaya dan Tata Nilai Adalah Fondasi Perusahaan

Apa tujuan utama perusahaan? Ada banyak jawabannya. Satu yang bisa dikemukakan di sini ialah untuk menciptakan nilai atau value, dan menciptakan keunggulan bersaing perusahaan (Balanescu & Bratianu; 2008). Bagaimana merealisasikan tujuan utama tersebut? Ada banyak pula caranya. Sebagai permulaan dan yang terutama, perusahaan harus memiliki nilai perusahaan yang jelas dan kuat.

nilai perusahaan

Nilai perusahaan menjadi sesuatu yang paling penting dalam proses pengambilan keputusan. Nilai perusahaan dapat menjadi arahan dan cara untuk menghadapi situasi ketidakpastian atau masa-masa sulit (Schein, 2014).

Pembahasan Mengenai Nilai Perusahaan

Nilai perusahaan (corporate value) adalah nilai-nilai dalam perusahaan yang bisa menjadi acuan, pedoman, dan sekaligus motivasi karyawan guna mencapai tujuan perusahan. Nilai perusahaan dapat dilihat dari visi misi perusahaan dan pencapaiannya atas visi misi tersebut.

Nilai perusahaan dirumuskan oleh top management. Nilai perusahaan bisa mulai dirumuskan sebelum perusahaan berdiri. Meski begitu, nilai perusahaan bukanlah kitab suci. Nilai perusahaan bisa berubah seiring perkembangan perusahaan maupun dunia usaha. Yang pasti, nilai perusahaan dirancang untuk mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan.

Nilai Perusahaan Berkaitan Dengan Sumber Daya Manusia

Nilai perusahaan adalah pedoman bagi perusahaan dalam menciptakan kepuasan pelanggan atau klien. Nilai perusahaan terwujud dalam kualitas, keunggulan mutu, pengembalian aset, penggunaan teknologi untuk penguasaan pasar, corporate citizenship dan sebagainya. Hal ini berarti bahwa nilai perusahaan berkaitan erat dengan pemberdayaan sumber daya manusia dalam suatu perusahaan. Semakin kuat nilai korporat, maka semakin besar dorongan sumber daya manusia di dalam perusahaan untuk maju bersama. Berdasarkan hal tersebut, pengenalan, penciptaan, dan pengembangan nilai-nilai korporat dalam suatu perusahaan mutlak diperlukan dalam rangka mencapai kinerja optimal.

Nilai Perusahaan Terbentuk dari Nilai-Nilai Individu

Nilai perusahaan terbentuk dari kumpulan nilai-nilai individu sumber daya manusia dalam perusahaan tersebut. Nilai-nilai sumber daya manusia terintegrasi menjadi satu, menjadi budaya pada level organisasi. Oleh sebab itu, tata nilai perusahaan sangat strategis terhadap pencapaian tujuan perusahaan.

Tata nilai yang sudah terintegrasi dan tertanam kuat selama kurun waktu yang relatif lama akan membentuk budaya perusahaan.

Nilai Perusahaan Berkaitan Dengan Budaya Organisasi

Jadi, nilai perusahaan juga berhubungan dengan budaya organisasi. Nilai-nilai korporat sangat berkaitan dengan tujuan perusahaan. Oleh karena itu, internalisasi budaya perusahaan penting agar setiap sumber daya manusia dapat memahami tujuan perusahaan tersebut. Namun, budaya perusahaan tak akan berarti tanpa adanya aksi korporat. Bila budaya perusahaan telah tertanam kuat, maka setiap sumber daya manusia di perusahaan tersebut akan menerapkan serangkaian aksi sesuai budaya yang dipegang teguh. Aksi korporat ini menentukan keberhasilan pencapaian tujuan perusahaan.

Berdasarkan data penelitian oleh Deloitte, 94% eksekutif dan 88% karyawan percaya budaya perusahaan sangat penting untuk kesuksesan bisnis. Survei Deloitte juga menemukan bahwa ada korelasi kuat antara karyawan yang mengaku merasa bahagia dan dihargai di tempat kerja, dengan mereka yang mengatakan perusahaan mereka memiliki budaya yang kuat.

Ada alasan mengapa perusahaan-perusahaan yang dinobatkan sebagai ‘perusahaan yang terbaik’ menjadi sangat sukses. Organisasi-organisasi ini cenderung memiliki budaya perusahaan yang kuat dan positif yang membantu karyawan merasakan dan melakukan yang terbaik di tempat kerja.

Related Post: Prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik

Manfaat Budaya Perusahaan Yang Kuat

nilai perusahaan
Gambar Oleh: pch.vector – Freepik

Rekrutmen

Budaya positif memberi organisasi keunggulan kompetitif. Orang ingin bekerja untuk perusahaan dengan reputasi baik dari karyawan sebelumnya dan saat ini. Perusahaan dengan budaya positif akan menarik kandidat yang berbakat dan bersedia menjadikan tempat kerja mereka berikutnya sebagai ‘rumah ke dua’, bukan sekadar batu loncatan.

Moral

Mempertahankan budaya perusahaan yang positif adalah cara untuk meningkatkan moral karyawan. Karyawan secara alami akan merasa lebih bahagia dan lebih menikmati pekerjaan mereka ketika mereka bekerja di lingkungan yang kondusif.

Loyalitas

Budaya positif tidak hanya akan membantu upaya rekrutmen, namun juga akan membantu mempertahankan talenta terbaik. Budaya positif menumbuhkan loyalitas karyawan. Karyawan jauh lebih mungkin untuk tinggal dengan atasan mereka saat ini ketika mereka merasa diperlakukan dengan benar dan menikmati bekerja setiap hari.

Kepuasan kerja

Tidak dipungkiri, kepuasan kerja lebih tinggi di perusahaan dengan budaya perusahaan yang positif. Pengusaha yang berinvestasi dalam kesejahteraan karyawan atau bentuk apresiasi lainnya akan dihargai oleh karyawannya sendiri. Hal ini ditunjukkan dengan dedikasi sepenuh hati.

Kolaborasi

Karyawan jauh lebih mungkin untuk berkumpul bersama sebagai sebuah tim di perusahaan dengan budaya yang kuat. Budaya positif memfasilitasi interaksi sosial, kerjasama tim, dan komunikasi terbuka. Kolaborasi ini dapat menghasilkan beberapa hasil yang luar biasa.

Performa kerja

Budaya perusahaan yang kuat telah dikaitkan dengan tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Ini karena karyawan cenderung lebih termotivasi dan berdedikasi untuk atasan yang berinvestasi dalam kesejahteraan dan kebahagiaan mereka.

Kurangnya stres kerja

Stres dalam bekerja perlu ada dan tak perlu dihilangkan sama sekali. Nah, budaya perusahaan yang positif akan membantu mengurangi stres di tempat kerja secara signifikan.

Tata Nilai

Bak mendirikan bangunan, tata nilai dan budaya perusahaan adalah fondasi. Bila fondasinya tidak kuat, maka runtuhlah bangunan di atasnya. Maka, tata nilai dan budaya pun tercantum pula dalam laporan tahunan.

Tata nilai perusahaan bisa terdiri dari berbagai nilai. Tak sedikit perusahaan yang membuat akronim dari tata nilai yang dirancang, misalnya ‘S’ untuk ‘Smart’,  ‘I’ untuk ‘Integrity’, ‘A’ untuk ‘Agile’, dan ‘P’ untuk ‘Passionate’ (SIAP).

Dalam laporan tahunan, sosialisasi tata nilai juga perlu untuk dijabarkan, contohnya melalui penayangan slide tata nilai di setiap kegiatan, pelatihan ataupun rapat; pemasangan banner atau spanduk di tempat-tempat strategis; membuat culture campaign melalui screen saver pada komputer perusahaan hingga pemutaran video corporate di lobi kantor.

 

Sumber:

innews.co.id/tata-nilai-perusahaan-corporate-value-study-kasus-sistem-tanggung-renteng-koperasi

samahitawirotama.com/manfaat-budaya-perusahaan-yang-kuat

GRATIS Mini Course

Kategori