Cara menyusun laporan keberlanjutan

Cara Menyusun Laporan Keberlanjutan yang Baik dan Benar

Laporan keberlanjutan disusun secara sistematis sesuai dengan regulasi yang berlaku. Oleh sebab itu, pembuatan sustainability report atau laporan keberlanjutan dilakukan langkah demi langkah. Dan pada kesempatan kali ini, Soocadesign akan berbagi informasi menarik seputar tata cara menyusun laporan keberlanjutan untuk perusahaan.

Langkah & Tata Cara Menyusun Laporan Keberlanjutan

tata cara menyusun laporan keberlanjutan(sustainability report)
Image source: Pixabay

Apa saja langkah yang diperlukan dalam laporan keberlanjutan? Berikut adalah beberapa langkah penting dalam pembuatan laporan keberlanjutan.

  1. Tentukan sasaran dan metriks kinerja

Langkah pertama adalah menentukan tujuan laporan keberlanjutan itu sendiri. Ini adalah langkah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti “Mengapa perusahaan menulis laporan ini?” “Siapa pembaca yang ingin dijangkau?” “Apakah tujuan perusahaan untuk ‘mengubah dunia’?” Atau lebih sederhana untuk mendokumentasikan kemajuan perusahaan dalam dampak lingkungan dan sosial?

Laporan keberlanjutan disusun nyaris memuat seluruh aspek dalam perusahaan. Maka, pembahasan di dalamnya komprehensif. Meski begitu, laporan keberlanjutan harus memiliki fokus. Fokus inilah yang memiliki hubungan dengan tujuan dan sasaran. Biasanya, perusahaan akan berfokus pada area dengan dampak dan kepentingan yang lebih tinggi dan secara bertahap memperluas ke area dengan dampak dan kepentingan yang lebih rendah. 

Titik fokus inilah yang mendasari metriks yang akan dianalisa dan disajikan dalam laporan keberlanjutan. Metriks yang tidak relevan dengan tujuan atau sasaran bisa saja tidak ditampilkan atau ditonjolkan dalam laporan keberlanjutan. 

  1. Mengembangkan indikator kinerja utama

Langkah berikutnya dalam membuat laporan keberlanjutan adalah mengembangkan indikator kinerja utama atau key performance indicators (KPI). Indikator kinerja utama adalah ukuran kinerja dari data operasional yang digunakan oleh organisasi untuk melacak aktivitas tertentu.

Ada berbagai metode untuk menetapkan KPI. Salah satu metode umumnya adalah metode SMART. SMART ini merupakan singkatan dari kata Specific, Measurable, Achieveable, Relevant, dan Time-bound

Specific berarti sasaran kinerja harus bersifat spesifik. Measurable berarti terukur. Achieveable bermakna target bisa dicapai dengan dukungan sumber daya yang tersedia. Lalu, relevant artinya sasaran kinerja yang ditetapkan bersifat relevan dengan tugas-tugas pekerja. Terakhir, time-bound adalah sasaran kinerja memiliki target waktu yang jelas. 

  1. Pengumpulan data

Pada fase ini, penting menetapkan tanggung jawab pengumpulan data untuk memastikan bahwa pengumpulan data dilakukan dengan benar. Data yang dikumpulkan mencakup data kuantitatif dan kualitatif.

Untuk membuat laporan yang kuat, perusahaan harus melaporkan data kualitatif dan kuantitatif pada semua area yang mereka identifikasi. Data kualitatif membuat data numerik menjadi ‘hidup’. Contoh data kualitatif yang dikumpulkan adalah risiko dan peluang yang terkait dengan area material, risiko dan peluang ini ditangani, dan rencana ke depan.

Selain dikumpulkan, data juga perlu divalidasi untuk akurasi dan disimpan (biasanya menggunakan teknologi database atau spreadsheet komputer). Proses pengumpulan data harus lugas. Tak hanya itu, data harus dikumpulkan secara sistematis dan konsisten. Terkadang beberapa sumber data mungkin diperlukan untuk mengimbangi batasan dalam satu sumber data.

Pengumpulan data termasuk kontrol kualitas untuk memastikan bahwa data akurat. Misalnya, kesalahan dalam perangkat pengukuran atau komunikasi dapat menyebabkan pengumpulan data yang salah. 

  1. Evaluasi Kinerja

Tujuan dari fase evaluasi adalah untuk mengubah data mentah menjadi informasi dan pengetahuan kinerja yang berguna sehingga organisasi dapat membuat keputusan yang tepat. Komponen utama dari fase evaluasi adalah kompilasi data, analisis data, dan komunikasi. 

Tahap evaluasi meliputi pengorganisasian, sintesis, dan agregasi data. Analisis data kemudian dilakukan untuk memberikan wawasan dengan mengubah fakta data menjadi pengetahuan yang berguna. Analisis data diperlukan sebelum kinerja dapat diinterpretasikan. Pelaporan, komunikasi, dan komponen evaluasi kinerja menjadi bagian dalam penyebaran informasi kepada pemangku kepentingan.

Sebelum menerbitkan laporan berlanjutan, seringkali melalui proses persetujuan internal untuk memastikan akurasi dan kualitas kontrol. Pendekatannya mungkin berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Setelah laporan disetujui, saatnya untuk menyelesaikan dan mengomunikasikan laporan tersebut. Renungkan tujuan awal laporan keberlanjutan: mengapa menulis laporan ini? Siapa saja para pembacanya yang hendak dituju?

Sangat perlu berkolaborasi dengan tim komunikasi dan desain untuk menghasilkan laporan yang menarik. Perlu diingat bahwa laporan harus konsisten dan dapat dibandingkan dari tahun ke tahun. Pasalnya, laporan keberlanjutan adalah laporan berkala dan memiliki kesinambungan tema.

  1. Pelaporan dan komunikasi hasil

Terakhir, penting untuk melaporkan hasil upaya keberlanjutan kepada pemangku kepentingan. Ini akan membantu membangun kepercayaan dan keyakinan pada kemampuan organisasi untuk menciptakan perubahan positif yang bertahan lama.

Tujuan dari langkah ini adalah untuk menawarkan informasi yang cukup kepada pemangku kepentingan sehingga dapat menentukan apakah berinvestasi di perusahaan itu bermanfaat atau tidak. Investasi di sini tak hanya soal investor. Investasi ini juga terkait hubungannya dengan konsumen, mitra, pemerintah, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya yang secara langsung atau tidak langsung terpengaruh oleh praktik bisnis perusahaan.

Secara teknis, laporan keberlanjutan harus ditulis dalam bahasa yang jelas sehingga mudah dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan lainnya. Jika ada istilah yang belum umum, maka jelaskanlah. Informasi yang disampaikan pun tidak berbelit-belit. Infografis atau bentuk desain lain dapat mempermudah pemahaman tumpukan data yang terkumpul.

Pembuatan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)

jasa pembuatan sustainability report
Image Source: Pixabay

Dengan penjelasan di atas, maka perusahaan bisa merencanakan untuk membuat laporan keberlanjutan atau sustainability report. Soocadesign dapat membantu perusahaan untuk menyusun laporan keberlanjutan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain jasa pembuatan sustainability report profesional, Soocadesign juga menawarkan jasa pembuatan video sustainability report, copy writing sustainability report, design graphic untuk korporasi dan bisnis.

Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, Soocadesign telah dipercaya oleh berbagai perusahaaan atau organisasi ternama di tanah air. Lihat Portfolio kami di sini.

Agar bisa segera mendapatkan penawaran terbaik dari kami, silahkan segera Kunjungi segera Soocadesign di bawah sini:

SOOCADESIGN

 

Sumber:

www.esgthereport.com/what-is-esg/the-g-in-esg/how-to-write-a-sustainability-report

saylordotorg.github.io/text_the-sustainable-business-case-book/s08-02-sustainability-reporting-proce.html

 

GRATIS Mini Course

Kategori