cara memperkuat brand storytelling melalui design

Memperkuat Brand Storytelling Melalui Design

Mengapa storytelling itu penting? Bagaimana cara memperkuat storytelling melalui design?

Dalam menyusun strategi marketing, storytelling menjadi salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan. Komunikasi dengan target audiens dengan pendekatan storytelling akan membantu mereka untuk lebih memahami personalitas brandmu dan memahami value apa yang berusaha Anda sampaikan. Dengan menyertakan unsur storytelling, sebuah brand akan mampu untuk menggugah emosi audiens dan membuat mereka merasa lebih dekat dengan produk Anda.

Nah, hal ini bisa diaplikasikan ke berbagai hal, termasuk design. Menaruh aspek storytelling dalam design tidak semudah yang kita pikirkan. Karena impresi utama audiens terletak pada visual, Anda sebagai designer perlu memikirkan bagaimana cara menarik perhatian mereka dalam hitungan detik. 

Tentunya ada banyak hal yang perlu diperhatikan, mulai dari pemilihan font, pemilihan warna, layout, dan elemen-elemen lain kita gunakan. Di artikel ini, kita akan membahas beberapa teknik yang bisa digunakan untuk bercerita melalui design.

Hal Penting Dalam Memperkuat Brand Storytelling Melalui Design

memperkuat brand storytelling melalui design
Sumber: Andrea Piacquadio via Pexels

Pahami Dulu Konteksnya

Sebelum memulai, pahami dulu apa yang berusaha Anda ceritakan melalui brand Anda. Pastikan produk yang Anda tawarkan menjadi bagian dari cerita mereka. Pikirkan bagaimana produk Anda akan terhubung dengan kehidupan mereka sehingga mereka dapat merasakan “koneksinya”. Dari sana, Anda akan mampu menyusun pesan yang tepat melalui narasi dan design yang digunakan. Ini menjadi dasar bagi Anda untuk memilih elemen-elemen design seperti foto, font, warna dengan karakter dan emosi yang sama.

Menentukan Color Palette yang Sesuai

Pernah dengar tentang psikologi warna? Nyatanya warna yang Anda gunakan dalam design dapat menyampaikan suatu pesan dan cerita yang berbeda-beda. Warna perah menggambarkan karakter yang hangat, dinamis, dan berani. Dengan warna merah, Anda akan digambarkan sebagai sosok yang penuh energi dan gairah. 

Sebaliknya, warna biru yang sejuk dan bersih menggambarkan karakter yang tenang, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya. Ini kenapa beberapa brand media sosial seperti Twitter, Facebook, dan juga LinkedIn menggunakan warna biru untuk memperlihatkan sisi keterbukaan mereka.

Sementara itu warna hijau dipakai oleh-oleh brand yang erat kaitannya dengan alam. Bagaimana dengan brand Anda?

Lebih lengkapnya, amati gambar di bawah tentang panduan psikologi warna.

Psikologi Warna Dalam Design

memperkuat brand storytelling melalui design
Sumber: Parallel Branding via bellivy.com

Perhatikan Tipografimu

Terdengar simpel memang, akan tetapi, font yang Anda gunakan dapat mengekspresikan karakter tertentu dari brand Anda. Penggunaan font-font tertentu dapat membuat brand Anda terkesan kaku, tetapi beberapa font lain dapat membuat brand Anda terlihat hangat dan terbuka.

Tak hanya karakter, Anda juga bisa mengubah nada dan emosi dalam kata-kata yang ada dengan font yang berbeda. Meskipun pilihan font saja mungkin tidak dapat menceritakan kisah brand dengan sendirinya, Anda tidak dapat menceritakan kisah sebiah brand secara akurat tanpa keputusan tipografi yang dipertimbangkan dengan baik.

Coba lihat beberapa perbandingan font di bawah ini beserta karakterisktik apa yang mereka tampilkan.

psikologi font pada design
Sumber: Grace Fussels via design.tutsplus.com

Pakai Maskot

Kalau kita berbicara tentang brand Disney, apa yang pertama kali tergambar di kepala Anda?

Jawabannya mungkin Mickey Mouse, pengerat yang menjadi ikon utama dari Disney. Mungkin Anda berpikir, bagaimana bisa seekor tikus dapat menjadi salah satu maskot paling terkenal di dunia. Walt Disney mengungkapkan bahwa Mickey Mouse digambarkan sebagai sosok tikus pekerja keras yang sangat dicintai. Bahkan, dilansir dari Spring Board, ada laporan yang menunjukkan bahwa hewan pengerat yang ramah memiliki tingkat pengenala yang tinggi di antara anak-anak usia 3 hingga 11 tahun, yaitu sebesar 98%.

Penggunaan maskot dapat membantu brand Anda untuk menceritakan kisahnya, sekaligus menjadi pembeda dari brand-brand lainnya. 

Nah, itu dia beberapa hal-hal yang bisa Anda gunakan untuk memperkuat brand storytelling melalui design. Ingat, langkah paling awal yang perlu kamu lakukan adalah memahami siapa audiens Anda dan cerita apa yang paling tepat untuk disampaikan kepada mereka. Dari sana Anda akan lebih mudah untuk menentukan design yang tepat.

Alternative lainnya, Anda juga bisa berkonsultasi dengan jasa design profesional seperti Sooca Design. Dengan melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan ahlinya, maka Anda akan mendapat sudut pandang dan perencanaan yang lebih baik dalam mempersiapkan design bisnis atau perusahaan.

Selain sesi konsultasi, jasa design profesional dari Sooca Design juga siap mengerjakan berbagai project desain untuk kebutuhan bisnis atau perusahaan Anda. Misalnya saja seperti design annual report, design sustainability report, design packaging, design logo, design kartu ucapan, design majalah, dll.

Tertarik untuk mendapatkan penawaran jasa design profesional dari Sooca Design? Yuk hubungi kami sekarang juga dengan klik DI SINI.

 

Referensi:

pony.studio/design-for-growth/how-to-tell-a-story-with-design 

uxdesign.cc/design-as-brand-storyteller-three-ways-design-drives-brand-stories-3c0855616250 

bellivy.com/blog/brand-storytelling-through-logo-design 

studioid.com/springboard/pov/why-brand-mascots-are-stellar-storytellers-for-content-marketing/ 

GRATIS Mini Course

Kategori