Hal yang terpenting setelah pembuatan safety sign di tempat kerja selain memahaminya tapi juga sungguh-sungguh mempraktikkannya. Tahukan Anda, satu pekerja meninggal setiap 15 detik karena mengalami kecelakaan kerja dan PAK. Tujuan safety sign harus dapat direalisasikan dengan baik agar tidak terjadi hal-hal diluar keinginan perusahaan yang merugikan.

Bahkan di Indonesia, angka kecelakaan kerja masih terbilang tinggi karena banyak pekerja yang tidak menerapkan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja (K3) selama di lapangan. Alasan lain yang membuat angka kecelakaan kerja tinggi adalah karena pihak perusahaan tidak memasang safety sign sesuai dengan standar yang berlaku.

Apa Saja Tujuan Safety Sign yang Perlu Anda Ketahui

Tujuan safety sign penting untuk mencegah dan mengecilkan risiko kecelakaan dalam bekerja juga PAK (penyakit akibat kerja). Di samping itu, bertujuan juga untuk mengingatkan para pekerja, kontraktor, maupun tamu perusahaan mengenai adanya potensi bahaya di lingkungan kerja.

Safety sign merupakan media komunikasi visual yang berwujud simbol, teks, atau gabungan keduanya yang berguna untuk memberikan informasi mengenai bahaya, arahan, dan informasi terkait bahaya atau konsekuensi yang mungkin terjadi apabila tidak dapat menghindari bahaya.

Tujuan Safety Sign

Dengan memasang safety sign di lokasi kerja dapat membuat orang lebih cepat mengetahui lokasi-lokasi yang memiliki risiko bahaya tinggi sehingga tahu cara menghindari bahaya, instruksi keselamatan, di mana letak penyimpanan peralatan keselamatan kerja, cara menggunakan APD yang benar, hingga bagaimana cara mempercepat evakuasi ketika terjadi kondisi darurat. Perusahaan tidak hanya wajib memahami tujuan safety sign, tetapi juga melakukan instalasi dan sosialisasi secara merata di lokasi kerja.

Standar Pembuatan Safety Sign yang Berlaku di Indonesia

Terdapat beberapa lembaga, organisasi, dan asosiasi yang terlibat dalam menentukan standar safety sign, di antaranya ANSI (American National Standards Institute), ISO (International Organization for Standardization), BSI (British Standard Institute), NEMA (National Equipment Manufacturers Association), dan lain-lain. Standar safety sign ini wajib diterapkan agar dapat memaksimalkan fungsinya menjaga keselamatan kerja.

Apabila dirasa kurang memahami tentang standar safety sign, Anda dapat menyewa bantuan dari jasa safety sign profesional. Tak hanya melayani masalah konsultasi, ada juga jasa safety sign yang menyediakan layanan pembuatan hingga instalasi.

Namun sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa safety sign, pada kesempatan kali ini kami akan membahas sedikit tentang perbedaan antara ANSI Z535 dan BS ISO 3864, salah dua standar rambu keamanan yang berlaku di Indonesia.

ANSI Z535

Komite ANSI Z535 tentang warna dan tanda keselamatan dibentuk pada tahun 1979. Ruang lingkup yang dimiliki oleh Komite ANSI Z535 adalah pengembangan standar yang berhubungan dengan desain, aplikasi, serta penggunaan warna dan simbol. Tujuan pembuatan safety sign sesuai ketentuan ini adalah agar dapat mengidentifikasi dan memberikan peringatan pada pekerja mengenai bahaya tertentu dan meminimalkan risiko kecelakaan ketika bekerja.

Seri ANSI Z535 memuat informasi yang dibutuhkan untuk menentukan format, simbol, hingga warna safety sign yang diaplikasikan untuk lingkungan kerja maupun publik, tag preventif kecelakaan di lokasi kerja, dan aplikasi produk.

Baca juga: Mengapa Penting Bagi Perusahaan Memasang Safety Sign?

Selain itu, seri ini juga digunakan sebagai acuan dasar dalam menentukan safety sign di tempat kerja, sebab standard yang digunakan lebih efektif dalam mengkomunikasikan keamanan bekerja melalui simbol-simbol yang digunakan secara global dan bersifat komunikatif untuk mengatasi kendala bahasa dan menarik perhatian orang.

Konten yang sesuai ANSI Z535 lebih substantif dan menjelaskan bahaya serta bagaimana cara menanggulangi bahaya tersebut. Diharapkan safety sign ini dapat membantu menurunkan angka cedera dan kecelakaan kerja.

BS ISO 3864

BS ISO 3864 merupakan standar tentang penerapan safety sign. Standar ini juga menjabarkan secara rinci tentang desain atau layout, simbol, warna dan hal-hal lain terkait safety sign. BS ISO 3864 memiliki perbedaan warna, format desain atau layout dan bentuk geometri yang berbeda dengan ANSI, tapi maksud serta tujuannya tetap sama.

Alasan utama penggunaan kedua standar tersebut adalah untuk memastikan perusahaan telah menggunakan rambu secara efektif sehingga pesan yang terdapat di safety sign tersebut dapat diterima oleh para pekerja. Agar dapat mencapai zero accident di tempat kerja, maka perlu kesadaran dari seluruh pihak untuk menaati rambu keselamatan yang ada.

Manfaat Penggunaan Jasa Safety Sign

Setelah membaca artikel tentang tujuan safety sign dan standar pembuatan safety sign ini, apakah fungsi K3 yang terdapat di perusahaan Anda sudah berjalan baik dalam meminimalkan kecelakaan kerja? Atau justru telah mencapai zero accident? Jika jawabannya belum, maka jangan ragu untuk segera menghubungi jasa safety sign Semarang sekarang juga.

Pembuatan safety sign tidaklah semudah yang dibayangkan. Butuh waktu, ketelitian, kreativitas dan pengetahuan yang luas. Manfaat dari penggunaan jasa safety sign adalah untuk membantu perusahaan Anda dalam proses pembuatannya agar lebih cepat, tepat dan tentunya mendapat hasil yang paling maksimal.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
1
Ada pertanyaan? Saya siap membantu.
Halo
Ada pertanyaan? Saya siap membantu.