Penerapan SAK ETAP Pada Laporan Keuangan Koperasi

Koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat bertujuan untuk memenuhi kebutuhan para anggotanya, dan biasanya dikelola oleh anggota secara bersama – sama. Dalam pengeloaannya, koperasi diharapkan dapat menerapkan prinsip keterbukaan dan transparansi agar dapat diterima dan dipercaya oleh masyarakat. Salah satu cara untuk menerapkan prinsip tersebut yaitu dengan penyusunan laporan keuangan seseuai dengan standar akuntansi yang berlaku, SAK ETAP. Berikut ini penjelasan mengenai penerapan SAK ETAP pada laporan keuangan koperasi.

Mengenal Tujuan & Definisi Koperasi

Tujuan dari pendirian koperasi antara lain untuk memperbaiki taraf hidup dan perekonomian para anggota dan mendukung pemerintah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur. Hal ini tertulis dalam pasal UU No 25/1992 mengenai fungsi dan peran koperasi antara lain:Dikenal sebagai Bapak Koperasi, Mohammad Hatta menyatakan bahwa koperasi adalah usaha bersama yang bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi seseorang dengan landasan asas gotong royong.

Dalam pasal 1 UU No 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dijabarkan bahwa koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasar prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat atas asas kekeluargaan.

  1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya
  2. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat
  3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya
  4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Berasaskan nilai – nilai sosial dan kepedulian, setiap anggota koperasi memiliki tanggungjawab untuk melayani kebutuhan anggota lain untuk memajukan kesejahteraan bersama. Adapun hak dan wewajiban anggota antara lain memberikan hak suara dalam proses pengambilan keputusan seperti pengesahkan anggaran dan aktif dalam melakukan pengawasan serta mengembangkan permodalan koperasi.

Laporan keuangan berperan dalam mengevaluasi kinerja suatu organisasi dalam mencapai tujuannya, termasuk dalam koperasi. Agar laporan keuangan yang dihasilkan memiliki infomasi yang berkualitas, maka laporan keuangan koperasi harus dibuat berdasarkan suatu standar akutansi keuangan yang disebut dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP).

Serba-Serbi Laporan Keuangan Koperasi

Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Laporan keuangan koperasi akan digunakan oleh berbagai stakeholder dalam membuat keputusan. Oleh karena itu, berikut ini adalah karakter spesifik di dalam laporan keuangan koperasi:

  • Laporan keuangan merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus, yang digunakan sebagai bahan evaluasi kinerja pengelolaan koperasi.
  • Laporan keuangan koperasi dapat ditujukan kepada pihak internal maupun eksternal
  • Laporan keuangan koperasi menjadi sumber informasi bagi anggota, untuk mengetahui
    • Prestasi unit kegiatan koperasi untuk anggotanya
    • Prestasi unit kegiatan koperas untuk non-angota
    • Informasi yang mempengaruhi stabilitas keuangan koperasi

Aturan tertulis mengenai Laporan Keuangan Koperasi terdapat dalam Pasal 35 Undang-Undang No. 25 Tahun 1992, dimana penyusunan laporan keuangan harus memuat minimal neraca, perhitungan hasil usaha, dan catatan atas laporan keuangan. Selain itu, sesuai dengan pedoman SAK ETAP, laporan keuangan koperasi juga wajib dilengkapi dengan laporan perubahan ekuitas (modal) dan laporan arus kas.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, penyusunan laporan keuangan membutuhkan suatu standar agar adanya keseragaman dan transparansi dalam penyajian laporan keuangan. SAK ETAP merupakan standar yang digunanakan dalam pembuatan laporan keuangan koperasi. SAK ETAP bertujuan untuk memudahkan perusahaan skala kecil dan menengah seperti koperasi  menyusun laporan keuangan sendiri denga metode yang lebih sederhana. Hal ini disebabkan penggunaan IFRS terlalu kompleks untuk diterapkan oleh koperasi. Berikut ini adalah hal –hal yang harus diperhatikan pembuatan laporan keunagan koperasi sesuai SAK ETAP:

Penerapan SAK ETAP pada Laporan Keuangan Akutansi

Photo by Campaign Creators on Unsplash

  1. Relevan

Informasi keuangan yang disajikan harus relevan dengan kebutuhan penggunan untuk proses evaluasi dan pengambilan keputusan

  1. Dapat dipahami

Laporan keuangan yang dapat dipahami oleh penggunanya merupakan kualitas yang paling utama.

  1. Keandalan

Bebas dari kesalahan material dan bias merupakan informasi yang memiliki kualitas andal.

  1. Materialitas

Informasi yang dianggap material adalah apabila terjadi kelalaian dalam pencamtuman atau kesalahan dalam pencatatan akan mempengaruhi keputusan yang diambil. Maka dari itu, informasi yang disampaikan harus dalam jumlah yang cukup material.

  1. Pertimbangan Sehat

Melakukan pertimbangan dengan unsur kehati-hatian dalam kondisi ketidakpastian. Sehingga aset atau penghasilan tidak menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya. Sebaliknya, kewajiban atau beban tidak disajikan lebih rendah dari yang sebenarnya.

  1. Subtansi mengungguli bentuk

Segala transaksi dan peristiwa dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi yang sebenarnya.

  1. Dapat Dibandingkan

Laporan keuangan koperasi harus dapat dibandingkan antar periode maupun antar koperasi dan badah usaha lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi serita mengevaluasi posisi keuangan dan kinerja keuangan.

  1. Keseimbangan antara biaya dan manfaat

Koperasi harus dapat mengevaluasi biaya dan manfaat dari informasi keuangan yang disajikan.

  1. Tepat Waktu

Ketepatan waktu dalam menyediakan informasi dibutuhkan dalam pengambilan keputusan ekonomi bagi para penggunanya.

  1. Kelengkapan

Informasi yang tercantum dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya. Apabila ada unsur kesengajaan untuk tidak mengungkapkan suatu informasi, maka laporan keuangan tersebut tidak dapat diandalkan.

Koperasi merupakan suatu organisasi bisnis yang dikelola bersama dengan tujuan untuk menyejahterakan para anggotanya. Sebagai suatu badan usaha, laporan keuangan dibutuhkan dalam pembuatan keputusan strategis untuk mengembangkan koperasi. Karena peran laporan keuangan koperasi sangat krusial, maka diberlakukan SAK ETAP untuk menjaga kualitas informasi pada laporan keuangan tersebut. Standar ini cocok digunakan untuk koperasi karena lebih sederhana dan mudah dalam pembuatannya, namun informasi yang disajikan tetap bermutu.

naftalia inge: