Laporan Keberlanjutan Menunjang Akuntabilitas Laporan Tahunan

Semakin banyak perusahaan yang mulai beralih dari cara pelaporan konvensional yang hanya melaporkan aspek keuangan, kini berubah ke arah yang lebih modern, yaitu melaporkan semua aspek, baik keuangan maupun nonkeuangan (aspek sosial dan lingkungan) kepada para stakeholders. Pentingnya laporan keberlanjutan (sustainability report) menjadi media bagi perusahaan untuk menginformasikan kinerja perusahaan dalam aspek ekonomi, sosial dan lingkungannya kepada stakeholders.

Sustainability report banyak digunakan oleh perusahaan untuk memperkirakan nilai pasar sebuah perusahaan, karena tidak hanya memuat kinerja keuangan saja, akan tetapi juga kinerja non keuangan. Stakeholders saat ini sangat memperhatikan kinerja non keuangan perusahaan sehingga mempengaruhi nilai pasar.

Kinerja yang berkesinambungan pada suatu perusahaan dimungkinkan karena adanya aspek non-keuangan. Kinerja berkesinambungan adalah kinerja yang dihasilkan sebagai akibat dari seimbangnya aspek people-planet-profit (3P) atau biasa disebut sebagai konsep Triple Bottom Line (TBL). Pentingnya laporan keberlanjutan merupakan praktek pengukuran, pengungkapan dan upaya akuntabilitas dari kegiatan berkelanjutan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.

Pentingnya Laporan Keberlanjutan Berdasarkan Stakeholders Theory

Sumber: www.pexels.com

Perusahaan yang mempertimbangkan pembangunan berkelanjutan dapat meningkatkan nilai perusahaan karena di dukung oleh stakeholders internal dan eksternal. Perusahaan yang mampu mengkomunikasikan kegiatan dan kinerja sosial dan lingkungan secara efektif dalam laporan keberlanjutan akan dianggap penting untuk mencapai keberhasilan jangka panjang, kelangsungan hidup dan pertumbuhan perusahaan.

Perusahaan bertanggung jawab atas dampak yang diakibatkan terhadap aspek ekonomi, sosial dan lingkungan baik itu dampak positif maupun negatif. Perusahaan perlu membangun hubungan baik dengan stakeholders. Menjaga hubungan dengan pemegang saham dan memberi bantuan sosial untuk membina hubungan dengan konsumen, pemerintah dan masyarakat luas.

Tuntutan stakeholders yang mengharapkan perusahaan memberikan informasi secara transparan, akuntabel dan praktik tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Untuk itu, perusahaan harus menjaga hubungan dengan para stakeholders dengan cara mengakomodasi keinginan dan kebutuhan yang diminta, terutama para stakeholders yang mempunyai kekuatan terhadap ketersediaan sumber daya yang digunakan untuk aktivitas operasional perusahaan, seperti tenaga kerja, pelanggan dan pemilik perusahaan.

Kelangsungan hidup perusahaan bergantung pada dukungan dari pada stakeholders sehingga setiap kegiatan perusahaan dilakukan untuk mencari dukungan tersebut. Salah satu strategi yang dilakukan untuk mendapatkan dukungan tersebut adalah melalui laporan keberlanjutan yang terdiri dari aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Pengungkapan laporan ini diharapkan dapat memenuhi keinginan para stakeholders dan menghasilkan hubungan harmonis antara perusahaan dengan stakeholders sehingga mencapai keberlanjutan dimasa yang akan datang.

Legitimacy Theory Dalam Laporan Keberlanjutan

Perusahaan berupaya memastikan beroperasi dalam norma yang ada dalam masyarakat atau lingkungan dimana perusahaan berada. Antara perusahaan dengan masyarakat terdapat kontrak sosial, baik eksplisit maupun implisit mengenai kontribusi apa yang akan diberikan oleh perusahaan kepada masyarakat luas. Perusahaan yang memberi kontribusi sosial akan mendapat nilai yang baik dari masyarakat atau lingkungan dimana perusahaan tersebut beroperasi.

Laporan keberlanjutan yang berisi antara lain laporan aktivitas pertanggungjawaban sosial dan lingkungan perusahaan digunakan oleh perusahaan sebagai bukti bahwa perusahaan telah menjalankan tanggung jawab sosialnya. Legitimasi dari masyarakat merupakan salah satu sumber daya operasional yang penting bagi perusahaan.

Dimensi Pada Kinerja Keuangan Perusahaan

Kinerja keuangan dicerminkan melalui analisis rasio keuangan suatu perusahaan. Terdapat lima dimensi rasio keuangan yang digunakan dalam mengukur kinerja keuangan perusahaan (Ross et al, 2003):

  1. Dimensi management asset, diukur menggunakan lima indikator yaitu: inventory turnover ratios, receivables turnover ratios, networking capital turnover ratios, fixed asset turnover ratios, total asset turnover ratios.
  2. Dimensi profitabilitas, diukur menggunakan tiga indikator, yaitu: profit margin, ROA (return on assets) dan ROE (return on equity).
  3. Dimensi leverage, diukur menggunakan tiga indikator, yaitu: debt equity ratio (DER), time interest earned (TIE) dan cash coverage.
  4. Dimensi likuiditas, diukur menggunakan tiga indikator yaitu: current ratio, quick ratio dan cash ratio.
  5. Dimensi pasar, diukur menggunakan dua indikator yaitu: price earning ratio (PER) dan market book value (MBV).

Laporan Keberlanjutan Menunjang Akuntabilitas Laporan Tahunan

Informasi yang diungkapkan dalam laporan keberlanjutan secara dimensi ekonomi akan meyakinkan potensi sumber daya modal yang kompetitif dengan tingkat risiko yang rendah kepada stakeholders.

Investor akan lebih memilih untuk menempatkan dananya pada perusahaan yang transparan dalam mengungkapkan analisis dan informasi perusahaan. Kepercayaan dari investor dan kreditor ini menghasilkan pendanaan perusahaan meningkat. Pendanaan akan digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerja keuangan yang ada. Lebih jauh lagi, pentingnya laporan keberlanjutan yang disampaikan secara transparan dapat meningkatkan akuntabilitas laporan tahunan (annual report) suatu perusahaan.

Laporan keberlanjutan POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik dapat terpisah atau menjadi bagian dari laporan tahunan.

 

Daftar Pustaka:

Ross, S., Westerfield, R. & Jordan B (2003). Fundamental of Corporate Finance, Sixth Edition, Singapore: McGraw-Hill Book Company.

naftalia inge: