Pembuatan Laporan Tahunan Bank Pembangunan Daerah (BPD)

Proses Pembuatan Laporan Tahunan BPD – Bank Pembangunan Daerah (BPD) dikategorikan sebagai bank umum dengan Pemerintah Provinsi sebagai pemilik sahan mayoritas. Layanan yang ditawarkan BPD hampir sama seperti kebanyakan bank lainnya, yaitu sebagai institusi yang dipercaya untuk menyimpan dana masyarakat dan mendistribusikan dana tersebut melalui kredit ataupun bentuk lainnya. Namun, perbedaan utama BPD dengan bank – bank nasional adalah BPD memiliki peran strategis dalam memajukan perekonomian daerah serta menunjang kerja pemerintah daerah melalui penyediaan jasa keuangan.

Setiap tahunnya, sebagai badan usaha tentunya BPD memiliki kewajiban dalam pembuataan laporan tahunan (annual report). Pengertian dari laporan tahunan menurut KBBI yaitu “Laporan yang setiap tahun dibuat dan diberikan kepada anggota (para pemegang saham) oleh Persero”. Pada umumnya, laporan tahunan berisi informasi dan aktivitas persero selama 1 tahun. Artikel ini akan membahas lebih lanjut apa saja landasan hukum pembuatan annual report BPD beserta tahapan yang perlu diperhatikan dalam pembuatan annual report BPD.

Landasan Hukum Laporan Tahunan BPD

Image by succo from Pixabay

Dalam Undang – undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) Bab IV mengatur tentang prosedur laporan tahunan yang menjadi agenda wajib tahunan dalam rapat umum pemegang saham.

Pada Pasal 66 ayat (2) UUPT tertulis secara rinci kompenan apa saja yang harus dituliskan di dalam laporan tahunan, antara lain:

  1. Laporan Keuangan, yaitu terdiri dari perbandingan neraca akhir tahun baru lampau dan tahun buku sebelumnya, laporan laba rugi, laporan arus kas, kaporan perubahan ekuitas dan catatan atas laporan keuangan tersebut.
  2. Laporan mengenai kegiatan perseroan
  3. Laporan pelasanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan
  4. Rincian masalah yang timbul selama tahun buku yang mempengaruhi kegiata usaha perseroan
  5. Laporan mengenai tugas pengawasan yang telah dilaksanakan dewan komisaris selama tahun buku yang baru lampau
  6. Nama angkotas direksi dan anggota dewan komisaris
  7. Gaji dan tinjauan bagi anggota direksi dan gaji atau honorarium dan tunjangan anggota dewan komisaris perseroan untuk tahun yang baru lampau.

Laporan tahunan tersebut kemudian wajib ditandatangani oleh semua anggota Direksi dan anggota dewan komisaris yang masa jabatannya sesuai tahun buku tersebut, dimana tercantum dalam pasal 67 UUPT. Hal ini merupakan bentuk pertanggungjawaban anggota direksi dan dewan komisaris terhadap pemegang saham.

Selain itu, BPD sebagai usaha perseroan yang menghimpun dan mengelola dan masyarakat juga diwajibkan untuk melakukan audit laporan keuangan kepada akuntan publik. Apabila ketentuan ini tidak dipatuhi, maka laporan keuangan yang merupakan bagian dari annual report, tidak dapat disahkan saat RUPS, sesuai yang tertulis dalam Pasal 69 UUPT.

Proses Pembuatan Annual Report BPD

Photo by Nataliya Vaitkevich from Pexels

Secara umum, laporan tahunan BPD ditangani oleh corporate secretary atau investor relations. Laporan tahunan menjadi sarana komunikasi resmi bagi BPD dalam menyampaikan infomasi mengenai perkembangan dan pencapaian perusahaan. Berikut tahapan penting yang wajib diperhatikan dalam penyusunan annual report BPD:

  1. Memahami Tujuan dari Penulisan Laporan Tahunan

Tujuan dari laporan tahunan yaitu  menginformasikan prestasi perusahaan sehingga dapat membentuk citra dan persepsi positif di mata publik.

  1. Menentukan Target Pembaca Laporan Tahunan

Mengetahui sasaran pembaca laporan tahunan merupakan kunci utama agar laporan tahunan dapat memuat informasi yang dibutuhkan oleh pembaca laporan tahunan.  Secara umum, laporan tahunan ditujukan kepada calon investor, analis, karyawan, pemerintah, dan media massa.

  1. Memilih Tema Laporan

Dalam periode satu tahun, banyak kejadian atau peristiwa yang terjadi di dalam suatu perusahaan. Oleh karena itu, tema laporan perlu ditetapkan, agar hal – hal penting yang terjadi di dalam perusahaan dapat terangkum secara komprehensif di dalam laporan tahunan.

  1. Desain Visual yang Menarik

Laporan Tahunan juga harus didukung oleh data – data yang aktual, dan disajikan dengan visual yang dapat mengundang orang untuk membaca laporan tersebut. Laporan tahunan yang monoton akan membuat pembaca jenuh. Usahakan agar laporan tahunan BPD didesain dengan atraktif dan dapat mendukung pemahaman pembaca.

  1. Klasifikasi Laporan Tahunan dengan Jelas

Laporan Tahunan dikelompokan menjadi beberapa bagian yaitu ringkasan keuangan, surat kepada pemegang saham, operational perusahaan, perkembangan perusahaan, pernyataan keuangan, serta informasi tentang karyawan dan direksi perusahaan. Kategori dalam laporan keuangan harus dibuat dengan terstruktur sehingga mudah dipahami pembaca.

  1. Menyertakan Komentar Pimpinan Perusahaan

Pimpinan perusahaan merupakan wajah dari suatu perusaahan. Oleh karena itu, memasukkan komentar pimpinan perusahaan memiliki peran krusisal untuk menunjukan komitmen dan integritas pihak manajemen dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan.

BPD memikul tanggung jawab besar sebagai institusi yang pengelola dana masyarakat. Oleh karena itu, segala aktivitas yang dilakukan perusahaan harus dinformasikan secara transparan melalui laporan tahunan BPD. Dengan adanya laporan tahunan, external stakeholder sebagai pihak yang secara tidak langsung berhubungan dengan perusahaan, dapat mengetahui kinerja BPD yang bersangkutan, dan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan di masa depan.

naftalia inge: