Manusia merupakan faktor penting dalam berjalannya roda bisnis perusahaan. Dalam dunia bisnis, keberadaan manusia dalam kegiatan perusahaan disebut dengan sumber daya manusia (SDM). Sumber daya manusia perlu dikelola agar dapat mencapai tujuan perusahaan. Untuk mengelolanya, perlu adanya semacam buku panduan SDM sebagai pijakannya.

Buku panduan SDM diperlukan untuk menuntun pengelolaan SDM agar perusahaan mengarah ke ‘jalur’ yang tepat. Singkatnya, perusahaan tidak akan dapat berkembang jika SDM yang dimilikinya tidak dikelola dengan tepat. 

Buku panduan SDM ini bertujuan untuk meyediakan informasi kepegawaian yang ringkas, namun tetap komprehensif. Penyusunan buku panduan SDM tidak bisa dilakukan secara asal-asalan.  Penyusunan buku panduan SDM yang dilakukan secara matang mampu mendorong SDM yang dimiliki perusahaan bisa bekerja dengan optimal.

Apa Poin Penting Yang Wajib Ada Dalam Buku Panduan SDM?

jasa pembuatan buku panduan SDMPembuatan buku panduan SDM memang memerlukan keahlian khusus. Selain desainnya yang dibuat semenarik mungkin, isi kontennya juga harus mudah dipahami oleh pembaca. Sebelum merencanakan untuk berkonsultasi pada jasa pembuatan buku panduan SDM, Anda perlu mengetahui secara singkat mengenai isi penting dari buku panduan tersebut. Secara umum, buku panduan SDM perlu memuat beberapa poin penting sebagai berikut.

Perekrutan

Hal pertama yang wajib ada di dalam buku panduan SDM adalah soal perekrutan. Perekrutan SDM menjadi sesuatu yang krusial dan salah satu penentu kesuksesan perusahaan dalam jangka panjang. Perekrutan ini bisa melibatkan berbagai platform, seperti website, media sosial, situs pencarian kerja dan lain-lain. Melalui platform-platform tersebut, perusahaan dapat menentukan berbagai syarat bagi kandidat yang ingin melamar pekerjaan.

Seleksi

Setelah perekrutan, maka dimulailah proses seleksi SDM potensial yang bisa memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Ini bukan perkara mudah. Selain hard skill, perusahaan juga perlu mempertimbangkan soft skill yang dimiliki oleh kandidat karyawan. Soft skill ini termasuk etika, sopan-santun, kejujuran, menghargai perbedaan pendapat dan sebagainya. Rumitnya, baik hard skill maupun soft skill ini tak langsung terlihat dalam waktu cepat. Perusahaan harus menggali potensi-potensi tersebut dari dalam diri kandidat karyawan. Metodenya bisa melalui wawancara dan evaluasi terhadap kemampuan yang dimiliki karyawan. Jika telah dipetakan dengan baik pada buku panduan, proses ini akan memiliki standar yang jelas antara mana yang sesuai dan tidak.

Penempatan

SDM yang baru lulus seleksi akan ditempatkan di posisi atau bagian tertentu. Penempatan ini sebaiknya disesuaikan dengan kualifikasi dan kompetensi SDM tersebut.

Pengembangan diri

Setelah menempatkan SDM sesuai kapasitasnya, maka SDM tersebut perlu untuk dikembangkan. Pengembangan SDM diperlukan agar SDM yang yang baru bisa menyesuaikan diri dengan iklim dan tempo kerja perusahaan. Bagi SDM yang telah lama bergabung di perusahaan, pengembangan diri SDM bermanfaat untuk mengembangkan perusahaan itu sendiri. Ingat, SDM merupakan aset terbesar perusahaan.

Evaluasi

SDM di dalam perusahaan juga perlu dievaluasi kinerja dan performanya. Evaluasi akan memberikan gambaran jelas bagaimana SDM bekerja dan memenuhi tujuan perusahaan. Jika kemudian ditemui ketidaksesuaian, bisa dilakukan koreksi atau perubahan. Evaluasi pada kinerja SDM dapat dilakukan secara manual atau memanfaatkan aplikasi tertentu.

Reward & punishment

Setelah evaluasi, berikan tawaran reward & punishment. Reward ini, misalnya berupa peningkatan gaji pada taraf tertentu agar pekerja selalu termotivasi untuk bekerja dengan baik. 

Promosi, Mutasi & Penurunan Jabatan

Promosi, mutasi, dan penurunan jabatan merupakan pengejahwantahan lebih lanjut tentang reward & punishment. Apakah penentuan ketiganya, misalnya, berdasarkan skor evaluasi, rekomendasi atasan, atau lainnya? Lalu, bagaimana pula bila kinerja SDM secara individu bagus, namun tim di unit kerjanya memiliki performa buruk? Hal-hal seperti ini perlu diatur dalam ketentuan yang jelas dan baku.  

Hubungan Industrial

Buku panduan SDM juga sebaiknya memuat hubungan industrial antara SDM dan stakeholder perusahaan. Buku panduan akan menentukan batas-batas hubungan industrial sehingga dapat menunjang upaya mencapai tujuan perusahaan. Sejauh mana, misalnya, SDM telah melewati batas benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa. Bila tidak terdapat batasan atau masih samar, maka dikhawatirkan SDM akan melakukan hal-hal yang merugikan perusahaan. Lebih buruknya, perusahaan akan melanggar regulasi yang berlaku di tanah air.

Manfaat Menggunakan Jasa Pembuatan Buku Panduan SDM

buku panduan sdm (adhi karya)Selain memiliki buku panduan SDM, perusahaan juga harus mengusahakan iklim yang nyaman untuk setiap pekerja. Iklim bekerja yang nyaman ini bisa didukung dengan memberikan kepastian jaminan kesehatan dan sebagainya agar SDM bisa fokus untuk bekerja dengan performa terbaik.

Untuk mempermudah prosesnya, Anda bisa menggunakan jasa pembuatan buku panduan SDM yang profesional dan berpengalaman. Mulai dari pembuatan desainnya, penulisan kontennya, hingga fotografi dan cetaknya dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan berkualitas.

Sebagai agensi desain terpercaya yang menyediakan layanan jasa pembuatan buku panduan SDM, Sooca Design menawarkan harga yang terbaik khusus untuk Anda. Segera hubungi tim marketing kami melalui kontak di bawah berikut ini:

KONTAK

 

Sumber:

  • dsdm.ui.ac.id/uploads/files/jabfung.pdf   
  • www.talenta.co/blog/insight-talenta/4-langkah-penting-penyusunan-perencanaan-sdm-perusahaan/
  • www.jojonomic.com/blog/perencanaan-sdm-2/ 

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.