Annual Report Award (ARA) merupakan penghargaan laporan tahunan yang diberikan kepada suatu perusahaan berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. Penghargaan ARA bertujuan untuk membuat perusahaan saling bersinergi dalam mendorong implementasi Good Corporate Governance (GCG). Setiap tahunnya, ARA mengalami peningkatan baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas informasi laporan tahunan.

Latar Belakang dan Sejarah ARA

manfaat mengikuti annual report award (ARA)Berbeda dengan ARA pada tahun – tahun sebelumnya, ARA 2018 menggunakan sistem pakar untuk penilaian laporan tahunan. Sistem ini diharapkan dapat mempercepat proses penilaian dan meningkatkan konsistensi penilaian.ARA dipelopori oleh 7 instansi yaitu Otoritas Jasa Keuangan, Kementrian BUMN, Bank Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak, Bursa Efek Indonesia, Komite Nasional Kebijakan Governance, dan Ikatan Akuntan Indonesia. Diselenggarakan pertama kali pada tahun 2002, dan sempat mengalami vakum selama tujuh tahun. Pada tahun 2019, ARA kembali hadir dengan inovasi dan terobosan baru bertema “Keakuratan Informasi untuk Kinerja Perusahaan Secara Berkelanjutan dengan Memenangkan dukungan Stakeholders.”

Cara kerja sistem pakar yaitu peserta akan menginput data kedalam aplikasi, lalu terjadi proses saling tanya jawab antara peserta dengan sistem pakar, sehingga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan feedback dan pengarahan dalam menyajikan data yang tepat.

Data yang telah diinput oleh peserta sebagai bagian dari proses penilaian akan diverifikasi dan dianalisa. Hasil akhir dari sistem pakar yaitu berupa rekonmendasi, serta penilaian kualitatif dan kuantitatif. Sistem pakar dapat membantu meringankan beban kerja dewan juri dan membuat proses penilaian menjadi lebih efisien.

Syarat & Manfaat mengikuti Annual Report Award

Perusahaan yang ingin berpartisipasi pada ARA, dapat mendaftarkan diri secara online dengan biaya pendaftarannya sebesar Rp 5 juta. Langkah pertama yaitu dimulai dengan pembuatan akun, dan menginput user yang akan melakukan entri data serta tim verifikator internal perusahaan. Selanjutnya, peserta dapat submit soft copy laporan tahunan sesuai dengan petunjuk pada aplikasi sistem ARA. Peserta akan diminta untuk melakukan self assessment terhadap kualitas laporan tahunnya. Kemudian, self assement tersebut  diverifikasi oleh dewan juri yang berasal dari bebagai kalangan seperti praktisi, pengamat ekomonoi atau pasar modal, serta akademisi independen.  Setelah itu, peserta akan mendapatkan feedback dan rekomendasi mengenai laporan tahunan tersebut.

Adapun kriteria penilaian  ARA dibagi mejadi 8 kategori yang disusun berdasarkan aturan SK Sekmen BUMN No. 16 tahun 2016 tentang indikator atau parameter penilaian dan evaluasi atas penerapan tata kelola perusahaan yang baik, PSAK, Asean Corporate Govenrnace Scorecard, dan International Best Practices:

  1. Umum (2%)
  2. Ikhtisar Data Keuangan Penting (5%)
  3. Laporan Dewan Komisaris dan Direksi (3%)
  4. Profil Perusahaan (8%)
  5. Analisa dan Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan (22%)
  6. Good Corporate Governance (35%)
  7. Informasi Keuangan (20%)
  8. Lain – lain (5%)

Pada ARA 2018, terdapat pembaharuan kriteria penilaian dengan menambahkan beberapa elemen dalam poin tanggung jawab sosial atau corporate sosial responsibility (CSR) perusahaan. Berikut ini penambahan aspek penilaian pada ARA 2018:

  1. Uraian mengenai CSR terkait Tata Kelola Tanggung Jawab Sosial.
  2. Uraian mengenai CSR terkait HAM.
  3. Uraian mengenai CSR terkait Operasi yang adil.

Sertifikat yang ditandatangani Ketua Dewan Komisorner OJK dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar ModalDengan keikutsertaan kompetisi ARA, salah satu manfaat yang didapatkan perusahaan adalah memperoleh evalusi dari para pakar tentang laporan tahunnya, dimana hal tersebut dapat dijadikan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas laporan tahunan di masa mendatang. Selain itu, apabila dinobatkan sebagai juara, reputasi perusahaan akan dikenal memiliki komitmen terhadap keterbukaan informasi dan memberikan efek publikasi yang positif. Berikut ini beberapa manfaat lain yang didapatkan bagi pemenang ARA:

  1. Sertikfikat dari Kementerian BUMN (khusus untuk pemenang kategori BUMN)
  2. Sertifikat dari Bank Indonesia Menteri Keuangan
  3. Pemotong biaya pencatatan di BEI
  4. Bebas biaya keanggotaan, buku, pelatihan, dan ujian sertifikasi akutansi
  5. Sertifikat dari Komite Nasional Kebijakan Governance
  6. Publikasi sebagai juara di media massa
syarat mengikuti annual report award

Image by analogicus from Pixabay

Setelah mengetahui beragam manfaat sebagai peserta ARA, selanjatnya apa sajakah persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti ARA? Berikut adalah persyaratannya:

  1. ARA terbuka untuk semua jenis perusahaan baik BUMN, BUMD, perusahaan terbuka, maupun tertutup.
  2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan dan Dana Pensiun Pemberi Kerja juga diperbolehkan untuk mengikuti berpartisipasi dalam ARA.
  3. Perusaahan diwajibkan untuk membuat presentasi tentang implementasi Prinsip – prinsip GCG sebanyak 10 slide dalam bentuk soft copy.
  4. Perusahaan juga diminta untuk menyerahkan laporan tahunan dalam bentuk soft copy.

Perhelatan ARA memberikan perusahaan motivasi untuk menyajikan laporan tahunan yang berkualitas. Kompetisi ini terbuka untuk segala jenis perusahaan baik dari instansi pemerintah maupun swasta. Manfaat bagi peserta ARA adalah memperoleh kritik dan saran tentang bagaimana menerapkan keterbukaan infomasi yang baik melalui laporan tahunan. Sedangkan   khusunya bagi para pemenang ARA, gelar tersebut dapat meningkatkan image perusahaan mengenai aspek transparansi, serta memperoleh penghargaan dan fasilitas bergengsi sebagai bentuk apresiasi dari kerja keras perusahaan.





Business Relation kami siap menjawab pertanyaan Anda.

Hubungi Sooca Segera





Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.