Ada beberapa jenis safety sign yang dapat kita temukan di lingkungan kerja sekitar. Salah satu cara untuk menyampaikan pesan terkait keselamatan dengan sederhana adalah dengan poster. Anda juga dapat menggunakan buku manual jika dirasa perlu menyampaikan informasi secara lebih rinci.

Tips Membuat Safety Poster yang Lebih Efektif di Tempat Kerja

 

Berikut merupakan beberapa tips agar safety  poster di tempat kerja dapat berfungsi efektif.

  1. Lokasi adalah kunci, pastikan Anda meletakkan safety poster di area yang relevan. Misalnya, poster cuci tangan di dekat wastafel dan poster APD di dekat pintu masuk. Tujuannya adalah agar pesan dalam poster tersebut dapat tersampaikan.
  2. Agar dapat dibaca banyak orang, letakkan poster di tempat yang memiliki lalu lintas tinggi yang memungkinkan orang untuk berhenti dan melihatnya. Anda dapat meletakkan poster di ruang istirahat atau lift.
  3. Pastikan safety poster berdiri sendiri, sebab jika poster dikelompokkan dengan banyak tampilan visual lainnya atau jika terlalu lama ditinggalkan, poster akan kehilangan efektivitasnya. Sebaiknya ganti poster Anda setiap sebulan sekali agar pesan tetap terasa segar dan untuk menghindari orang mengabaikan poster.
  4. Buat desain yang sederhana, jangan meletakkan terlalu banyak tulisan pada poster, sebab lebih banyak tulisan berarti lebih sedikit orang yang akan membaca keseluruhan poster. Poster hanya perlu menyampaikan pesan atau simbol sejelas mungkin
  5. Hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah mengetahui audience poster dan hal-hal yang dapat menarik perhatian pembaca. Sesuaikan topik safety poster dengan target audience tersebut.

Bagaimana Cara Membuat Safety Handbook? Simak Penjelasannya Berikut Ini

Berikut adalah langkah-langkah bisa Anda lakukan untuk membuat safety handbook (buku panduan keselamatan kerja).

1.     Melakukan Identifikasi

Identifikasilah semua potensi bahaya dan lakukan dokumentasi. Hal ini dapat membantu menetapkan ruang lingkup buku manual keselamatan Anda. Anda mungkin perlu melakukan serangkaian manual yang berfokus pada area-area tertentu dengan master manual yang terdiri dari beberapa individual manual.

2.     Mengumpulkan Standar Industri

Langkah selanjutnya untuk membuat safety handbook adalah dengan mengumpulkan standar industri yang sesuai, seperti menurut International Organization for Standardization (ISO) yang menghasilkan standar untuk bidang-bidang seperti manajemen risiko dan manajemen keamanan pangan.

3.     Ikuti Aturan Pemerintah

Ikuti peraturan pemerintah yang berkaitan dengan konten buku manual keselamatan. Organisasi pemerintah seperti Occupational Safety and Health Administration (OSHA) memerlukan buku manual keselamatan untuk praktik dan prosedur tertentu serta menetapkan apa yang harus dicakup oleh buku manual tersebut. Kegagalan dalam mengikuti peraturan dapat mengakibatkan perusahaan mendapat tuntutan hukum dan dalam beberapa kasus mendapat tuntutan pidana.

4.     Melibatkan Pihak Manajemen

Libatkan manajemen dan karyawan dalam menyiapkan safety handbook (buku manual keselamatan). Meski tulisan yang sebenarnya dapat dikontrak oleh penulis teknis yang berpengalaman dalam penulisan manual keselamatan.

Tapi cara ini dapat lebih diterima dalam perusahaan jika manajemen dan karyawan juga terlibat dalam pembuatannya. Manajemen harus memberitahu karyawan tentang pentingnya buku manual keselamatan dan karyawan sendiri mampu membantu mengidentifikasi konten untuk buku tersebut.

5.     Membuat Daftar dan Checklist Pemeriksaan Membaca Aturan

Pastikan Anda menulis orang-orang yang diharapkan membaca buku manual keselamatan tersebut. Meski terdapat pihak yang berwenang untuk memeriksa semua peraturan telah sesuai, mereka tidak akan membacanya secara keseluruhan hari demi hari. Dengan menulis secara spesifik, orang dapat dengan mudah memahami dan mengikuti.

6.     Efektifkan Bahasa

Gunakan kalimat dan paragraf yang pendek serta pilihan kata yang sederhana. Hindari penggunaan jargon. Gunakan istilah teknis yang diperlukan dengan benar. Jika terdapat akronim, Anda perlu menjelaskan arti akronim tersebut. Sama halnya dengan akronim, Anda juga perlu menjelaskan simbol-simbol yang terdapat di dalam safety handbook pada bagian pengantar.

7.     Prioritaskan Masalah

Prioritaskan masalah yang akan dicakup dalam buku manual keselamatan tersebut. Masalah keamanan adalah yang paling kritis dan perlu dijadikan fokus utama pembahasan. Masalah pendahuluan perlu dimasukkan, disajikan sebelum masalah utama, sementara masalah terkait yang bukan merupakan prasyarat harus dibahas setelah masalah utama.

8.     Pilih Font yang Mudah

Gunakan format teks yang sesuai, seperti gunakan blok teks untuk menyajikan informasi dan penjelasan umum, gunakan daftar dengan poin-poin untuk menyajikan informasi yang dapat dipecah menjadi poin-poin individual, gunakan daftar bernomor untuk prosedur langkah yang harus diikuti, dan layout buku yang mudah dibaca dan dipahami. Jangan lupa untuk menggunakan gaya font dan ukuran titik yang nyaman dibaca.

Related post: Mengapa Perusahaan Wajib Memiliki Safety Sign?

Demikian beberapa tips membuat dua jenis safety sign dalam wujud safety poster maupun safety handbook. Jika ingin memesan keduanya, Anda bisa menghubungi Sooca Design. Kami adalah agensi profesional yang menyediakan layanan jasa pembuatan safety sign dalam berbagai bentuk dengan kualitas yang maksimal.

One comment

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
1
Ada pertanyaan? Saya siap membantu.
Halo
Ada pertanyaan? Saya siap membantu.