Untuk memberikan informasi sekaligus mengedukasi manajer, supervisor, dan pekerja di perusahaan Anda, salah satunya dapat dilakukan dengan memanfaatkan jasa pembuatan safety handbook. Dibandingkan safety sign, safety poster, dan safety video, buku pedoman K3 ini dapat memuat informasi lebih banyak dan detail. Selanjutnya, akan dibahas informasi yang berhubungan dengan buku pedoman K3.

Cedera yang Umum Terjadi Karena Kurang Memahami Buku Pedoman Keselamatan Kerja

OSHA (Occupational Safety and Health Administration) mengklasifikasikan kegiatan manual material handling (MMH) dalam 5 kategori, yaitu mengangkat/menurunkan, mendorong/menarik, memutar, membawa, dan menahan.

Setiap pekerjaan yang terdapat MMH mungkin tergolong risiko tinggi mengalami cedera yang dapat menyebabkan kerugian bahkan kecelakaan kerja. Salah satu akibat yang ditimbulkan adalah musculoskeletal disorders (MSDs).

MSDs merupakan suatu keadaan yang membuat fungsi sendi, otot, ligamen, tendon, dan saraf menjadi terganggu akibat penggunaan otot secara berlebihan atau pemberian beban statis yang berulang dalam waktu yang lama. Biasanya, gangguan ini dapat terjadi di leher, bahu, punggung, pinggul, pergelangan tangan, lutut, serta kaki.

Bahkan terdapat penelitian yang mengemukakan 25% kecelakaan kerja di Indonesia dipicu oleh MMH. Rata-rata, para pekerja tersebut mengalami cedera di bagian tulang belakang. Hal ini tentu tak hanya merugikan pekerja, tapi juga berdampak pada kinerja perusahaan.

Panduan Manual Material Handling di Buku Pedoman Keselamatan Kerja

desain infografis infographic design environment safety ESR Astra by soocadesign.com 1

Menurut safety handbook, ada beberapa panduan aman yang harus diperhatikan ketika akan melakukan aktivitas manual material handling (MMH) yaitu:

·        Bagi Perusahaan

Lakukanlah pendekatan untuk mencegah risiko MMH yang proaktif. Lakukan pula manajemen risiko terkait MMH di tempat kerja. Identifikasi dan catat apa saja risiko yang berhubungan dengan tugas, beban, serta kondisi kerja.

Berikan edukasi pada manajer, supervisor, dan pekerja mengenai bahaya dan bagaimana mencegah cedera karena MMH. Support pekerja untuk selalu melaporkan apapun bahaya dan gejala cedera atau gangguan yang disebabkan oleh MMH.

Lakukan pengendalian bahaya secara sistematis dan holistik, serta terapkan praktik kerja yang aman agar kelelahan dan cedera MMH dapat diminimalkan. Terakhir, tak lupa lakukanlah perbaikan secara berkelanjutan untuk mengetahui efektivitas dari program MMH yang telah diterapkan di perusahaan Anda.

·        Bagi Pekerja

Sebisa mungkin kenali tanda-tanda Anda mengalami kelelahan dan gejala musculoskeletal disorders (MSDs). Ikutilah prosedur kerja aman yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Selalu gunakan alat kerja dan alat bantu mekanik yang ada dengan teknik yang benar. Segera laporkan jika Anda menemukan bahaya dan kecelakaan kerja yang terjadi kepada pihak supervisor atau manajer Anda.

Related post: Mengenal Peraturan Safety Sign di Indonesia

Tips Meminimalkan Cedera Menurut Safety Handbook

safety handbook

Terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meminimalkan cedera ketika melakukan aktivitas manual material handling, di antaranya:

  • Pertama, gunakan alat bantu mekanik sesuai material yang akan Anda bawa.
  • Kedua, Anda juga perlu membuat perencanaan sebelum Anda melakukan aktivitas MMH.
  • Ketiga, hal yang penting untuk Anda perhatikan adalah usahakan Anda melakukan MMH di atas permukaan kerja yang memiliki permukaan rata dan stabil.
  • Keempat, jangan lupa untuk menggunakan APD (alat pelindung diri) yang sesuai dengan aktivitas MMH yang akan Anda kerjakan.
  • Kelima, agar meminimalkan risiko cedera, tempatkan beban sedekat mungkin dengan pusat tubuh Anda, sebab jika beban semakin dekat dengan pusat tubuh, maka pengaruh tekanan pada bagian bahu, lengan, dan punggung akan semakin kecil.
  • Keenam, tempatkan kaki Anda sedekat mungkin dengan beban ketika Anda mulai mengangkat, usahakan posisinya seimbang. Tekuklah lutut Anda dalam posisi setengah jongkok hingga Anda merasakan sudut ternyaman.
  • Ketujuh, sebaiknya Anda menghindari gerakan memutar tubuh atau memposisikan tubuh Anda condong ke depan.
  • Kedelapan, jagalah kepala Anda tetap tegak dan pandangan Anda lurus ke arah depan.
  • Kesembilan, sebisa mungkin usahakan Anda tidak mengangkat atau memindahkan beban yang melebihi batas kemampuan Anda.
  • Terakhir, jika Anda harus memindahkan beban yang melebihi batas kemampuan Anda, Anda dapat memindahkannya dengan cara mendorong. Mendorong jauh lebih aman untuk dilakukan daripada menarik.

Untuk mendapatkan hasil buku pedoman keselamatan kerja yang berkualitas, Anda dapat menggunakan jasa pembuatan safety handbook profesional seperti Sooca Design. Selain desain dan produksi, kami juga dapat memberikan layanan konsultasi agar hasilnya dapat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan perusahaan Anda.

Selain kesesuaian standar pedoman, jasa pembuatan safety handbook juga akan memberikan sentuhan desain yang menarik didalamnya. Sehingga seluruh pekerja dapat lebih mudah dalam memahami isi dari safety handbook tersebut.

Demikian beberapa informasi yang dapat kami bagikan perihal buku pedoman K3. Jika Anda ingin mencegah MSDs di tempat kerja, langsung saja hubungi tim Sooca Design untuk mendapatkan penawaran jasa pembuatan safety handbook yang terjangkau dan terpercaya.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.