Isi Pengungkapan Standar Umum Dalam Laporan Keberlanjutan

Keuntungan finansial hampir bisa dipastikan menjadi tujuan sebuah perusahaan. Namun, keuntungan finansial sejatinya tidak mesti menjadi segala-galanya. Perusahaan juga berkewajiban untuk memberikan manfaat secara luas, baik dari segi sosial, ekonomi, ataupun lingkungan.

Apa yang dilakukan oleh perusahaan dari segi sosial, ekonomi, ataupun lingkungan tertuang dalam laporan keberlanjutan. Konsep dari pengungkapan keberlanjutan adalah pembangunan keberlanjutan (sustainable development) (McKenzei, 2004). Agar tercapainya pertumbuhan keberlanjutan, diperlukan keseimbangan di antara orang atau masyarakat-bumi-laba (people-planet-profit) atau yang sering dikenal dengan konsep Triple Bottom Line (TBL) (Hubbard, 2008). 

Maksud keseimbangan dalam konsep TBL adalah keseimbangan dari ketiga aspek  pengungkapan keberlanjutan. Ketiga aspek itu adalah aspek ekonomi yang diwakilkan oleh profit, aspek lingkungan yang diwakilkan oleh planet, dan aspek sosial yang diwakilkan oleh people. Jika ketiga aspek tersebut dapat dijalankan dengan baik, maka perusahaan dapat menghasilkan kinerja berkesinambungan (sustainability performance) sehingga perusahaan akan terus tumbuh secara berkelanjutan (Dainiene dan Lina, 2015). Sebaliknya, bila salah satu dari ketiga aspek itu tidak terpenuhi, maka akan sulit bagi perusahaan untuk tetap terus. tumbuh.

Di halaman-halaman awal sebuah laporan keberlanjutan biasanya terdapat bagian pengungkapan standar umum. Pengungkapan Standar Umum berlaku untuk semua perusahaan atau organisasi yang menyiapkan laporan keberlanjutan. Perusahaan harus mengidentifikasi Pengungkapan Standar Umum yang wajib untuk dilaporkan bergantung pada pilihan organisasinya.

Merujuk Pedoman Pelaporan Keberlanjutan G4 dari Global Reporting Initiative (GRI), Pengungkapan Standar Umum mencakup: 

  • Strategi dan Analisis
  • Profil Organisasi
  • Aspek Material dan Boundary Teridentifikasi
  • Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
  • Profil Laporan
  • Tata Kelola
  • Etika dan Integritas

Strategi dan Analisis

Pengungkapan standar berikut ini memberikan gambaran strategis umum tentang keberlanjutan perusahaan. Strategi dan analisis ini bisa mencakup fokus utama strategi keberlanjutan perusahaan, misalnya memastikan adanya strong leadership. Upaya pengembangan potensi-potensi bisnis perusahaan melalui innovasi-inovasi dan terobosan dengan basis Internet of Things (IoT) juga dapat menjadi contoh dalam penjabaran strategi dan analisis. 

Profil Organisasi

Pengungkapan standar ini merupakan gambaran keseluruhan mengenai karakteristik perusahaan. Tujuannya untuk memberikan konteks bagi rincian-rincian dalam laporan keberlanjutan.

Aspek Material dan Boundary Teridentifikasi

isi pengungkapan standar umum dalam laporan keberlanjutan

Sumber gambar: freepik.com

Pengungkapan standar ini memberikan gambaran keseluruhan tentang proses yang telah diikuti oleh organisasi untuk menentukan konten laporan, aspek material, boundary teridentifikasi, dan pernyataan ulang. 

Pada bagian ini, perusahaan bisa menuliskan pengidentifikasian dan memperhatikan aspek serta isu-isu keberlanjutan yang penting dan mempengaruhi strategi perusahaan. Penetapan aspek material dan isi laporan ini, misalnya, dilakukan berdasarkan pada empat prinsip pelaporan keberlanjutan, yaitu stakeholder inclusiveness, sustainability context, materiality, dan completeness.

Secara spesifik, proses penentuan isi laporan dan batasan topik melalui empat tahapan sebagai berikut:

  • Identifikasi

Dalam tahap ini, perusahaan menentukan topik yang berhubungan dengan konteks keberlanjutan (sustainability context) dari aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial.

  • Prioritas

Dalam tahap ini, perusahaan menerapkan prinsip materiality untuk memilih topik keberlanjutan yang signifikan menurut pemangku kepentingan. 

  • Validasi

Prinsip completeness diterapkan untuk memastikan kelengkapan dari ruang lingkup, batasan, dan waktu dari topik material yang diteapkan dari tahap sebelumnya

  • Kajian

Prinsip stakeholder inclusiveness kembali diterapkan untuk memastikan bahwa isi laporan sesuai dengan konteks keberlanjutan.

Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan

Ini merupakan gambaran keseluruhan tentang hubungan dengan pemangku kepentingan perusahaan selama periode pelaporan. Pengungkapan standar ini tidak hanya terbatas pada keterlibatan yang dilakukan untuk tujuan penyusunan laporan, namun lebih luas daripada itu.

Suatu perusahaan, contohnya melakukan pelibatan dari semua pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan perusahaan ialah seluruh pihak yang terkena dampak dari dan/atau pihak-pihak yang memberikan dampak terhadap operasi perusahaan. 

Dampak tersebut bisa dilihat dari tiga aspek, yakni ekonomi, lingkungan, dan sosial. Berbagai metode pelibatan dilakukan perusahaan, seperti menggunakan kuesioner kepuasan pelanggan. Tujuan dari penyebaran kuesioner tersebut adalah untuk mengetahui pendapat para pemangku kepentingan mengenai tingkat kepuasan terhadap pelayanan dan produk perusahaan. Informasi semacam ini perlu dimasukkan dalam laporan keberlanjutan. Selain kuesioner di atas, perusahaan juga secara rutin melakukan survei karyawan, mempublikasikan media internal, komunikasi melalui email dan intranet serta portal.

Profil Laporan

Pengungkapan standar ini menyajikan gambaran keseluruhan tentang informasi dasar mengenai laporan, Indeks Konten GRI, dan pendekatan untuk memperoleh assurance eksternal.

Tata Kelola

Pengungkapan standar ini memberikan gambaran keseluruhan tentang:

  • Struktur tata kelola dan komposisinya
  • Peran badan tata kelola tertinggi dalam menetapkan tujuan, nilai, dan strategi organisasi
  • Kompetensi dan evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi
  • Peran badan tata kelola tertinggi dalam manajemen risiko
  • Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan
  • Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengevaluasi kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial
  • Remunerasi dan insentif

Etika dan Integritas

Pengungkapan Standar ini merupakan gambaran keseluruhan tentang:

  • Nilai, prinsip, standar, dan norma di perusahaan
  • Mekanisme internal dan eksternal untuk memperoleh masukan mengenai perilaku etis dan taat hukum
  • Mekanisme internal dan eksternal untuk melaporkan permasalahan tentang perilaku yang tidak etis atau melanggar hukum dan masalah integritas

Menjalankan etika bisnis dan integritas perusahaan tentu saja akan memberikan manfaat yang banyak bagi perusahaan, yakni

  • Memberikan citra positif dan nilai tambah bagi perusahaan
  • Mengurangi biaya akibat tidak terjadinya gesekan, friksi, atau konflik, baik internal maupun eksternal perusahaan
  • Meningkatkan motivasi untuk semua pihak yang terlibat, dan lain sebagainya
  • Memperoleh cakupan pemberitaan yang luas dan cepat, terutama di mata target konsumen perusahaan

 

Related post: Kenali Langkah Penyusunan Sustainability Report Untuk Perusahaan

 

Sumber:

Pedoman Pelaporan Keberlanjutan G4 dari Global Reporting Initiative (GRI)

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.