Membuat Infografis Untuk Perusahaan

Bagaimana Membuat Infografis ?

Infografis atau grafik informasi adalah salah satu bentuk komunikasi visual yang banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari ilmu pengetahuan, statistik, jurnalistik, bahkan komersial. Infografis memiliki wujud yang beraneka ragam, mulai dari rambu, peta, instruksi visual, hingga infografis jurnalistik yang ditemukan pada media massa. Kepopuleran infografis dalam komunikasi visual adalah berkat sifat dan fungsi istimewa infografis yaitu menyampaikan informasi secara utuh, cepat dan mudah dimengerti. Agar penyampaian informasi dapat tersampaikan dengan baik, maka desain infografis yang baik harus teraplikasikan.

Secara spesifik, membuat infografis menjadi bagian yang lekat dengan jurnalisme. Keakuratan data dan fakta menjadi perhatian penting, sehingga kerap kali dalam membuat infografis  Anda harus berhubungan dengan wartawan, litbang, ataupun narasumber terpercaya lainnya.

Kini tantangannya adalah bagaimana menyajikan data yang tersedia agar mudah dipahami oleh audiens, serta bagaimana menumbuhkan kreativitas dalam menyajikan data dan fakta, agar karya infografis menjadi menarik secara visual, sekaligus memenuhi fungsi komunikasinya.

8 Langkah Menghasilkan Desain Infografis Yang Baik

1. Memahami Infografis

Infografis adalah representatif visual dari sebuah informasi atau data yang disampaikan melalui sebuah grafik yang menarik. Ini adalah cara yang efektif untuk mengubah subjek yang rumit atau membingungkan menjadi pengalaman yang mudah dicerna untuk siapa saja.

Hal ini dapat menjadi cara yang efektif untuk pemasaran produk, mempromosikan pengalaman, mendidik dan meningkatkan kesadaran subjek yang dapat Anda pikirkan. Sebuah desain yang efektif dan menarik dapat memikat dan menginspirasi orang untuk bertindak.

Dalam era informasi ini ketika ada begitu banyak informasi untuk dicerna dan bersaing satu sama lain, gambar dan penggunaan tipografi yang dipikirkan dengan baik dapat menceritakan kisah yang lebih cepat dan lebih efektif.

Desain infografis yang baik dapat menjadi alat super efektif dalam kampanye pemasaran digital dan infografis tersebut juga bisa digunakan begitu mudah oleh usaha kecil serta organisasi-organisasi besar.

Tidak mengherankan bahwa ilustrator dan desainer di mana-mana ditugaskan untuk menciptakan berbagai hal yang indah dan enak dipandang. Selama dua tahun terakhir, penggunaan infografis pun telah meningkat secara substansial.

2. Ketahui Audiens Anda

Beberapa klien akan menjelaskan perihal data yang akan digunakan dalam membuat infografis tersebut. Beberapa bahkan mungkin memiliki bingkai kasar, warna palet yang sudah diatur agar infografis yang dibuat nampak begitu melambangkan perusahaan. Baca semua data yang Anda dapatkan secara menyeluruh dan ambil beberapa waktu ekstra dalam melakukan penelitian Anda sendiri ke dalam subjek sebelum Anda memulainya.

Dalam kasus lain Anda mungkin dapat didekati oleh klien yang tidak sepenuhnya menyadari apa infografis itu, Anda harus tahu bahwa mereka menggunakannya tetapi hanya memiliki gagasan yang kurang jelas tentang apa yang mereka butuhkan. Dalam hal ini, desainer berubah menjadi peneliti, editor, copywriter dan manajer proyek.

Membimbing klien Anda mdalam membuat infografis merupakan pengalaman yang hebat. Ini juga berpengaruh pada klien untuk menyetujui desain Anda. Belajar begitu banyak tentang topik baru dan memiliki begitu banyak kontrol atas isi konten tentu akan sangat menyenangkan! Namun, ada banyak yang harus dipertimbangkan sebelum melompat langsung ke dalam desain. Anda bisa membaca, meneliti dan menyusun data dan konten. Itu berarti menemukan artikel dan buku yang relevan dengan subjek dan menyusun bagian informasi yang akan membantu mengkomunikasikan pesan.

3. Rencana itu Penting

Setelah Anda mengumpulkan informasi, maka akan sangat membantu untuk mendapatkan pikiran tentang bagaimana bercerita dengan data. Sebuah infografis membutuhkan narasi dengan plot (alur cerita) yang baik. Pada dasarnya Anda membuat perjalanan visual melalui awal pembahasan terntentu dan dengan setiap cerita kita membutuhkan awal, tengah dan akhir.

Sebagai contoh, kita lihat di bawah ini infografis dibuat untuk Maytech. Berjudul “Apakah Anda tahu di mana data Anda?”, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan profesional IT dan direktur perusahaan tentang pentingnya berbagi data monitoring dan memperbarui kebijakan keamanan.

Jadi, bagaimana cara membuat narasi awal yang cocok dalam membuat infografis ? Berapa panjang narasi yang harus dibuat? Apakah harus termasuk sejarah topik atau perusahaan? Hal selanjutnya adalah mengelola data yang disimpan dan juga mencari tahu data-data lain yang mungkin akan dibutuhkan untuk membuat infografis. Selain itu Anda juga harus dapat menjaga data tersebut dengan baik agar data tersebut tidak sampai berpindah tangan atau pun hilang entah ke mana.

Ada aliran dan narasi yang jelas. Sebelum memulai proses desain, Anda sudah harus memiliki narasi dan aliran cerita yang sudah dipetakan dengan jelas. Urutkan konten Anda, dan edit sampai Anda memiliki alur cerita yang baik dan kemudian atur menjadi beberapa bagian yang teridentifikasi dengan baik. Desain infografis yang baik mengandung narasi yang jelas.

Ini adalah sebuah proses yang sangat penting dan selalu terbaik untuk mendapatkan gambar rangka yang ditandatangani sebelum Anda mulai desain. Tidak ada yang lebih buruk daripada menghabiskan berjam-jam pada desain, menciptakan ilustrasi terlebih dahulu hanya untuk menemukan klien Anda tidak senang dengan konten yang Anda buat.

4. Mengubah Teks ke Gambar

Sekarang Anda memiliki bingkai kawat Anda untuk menyetujui waktu untuk mulai mengubah teks dan data ke visual. Ini pasti bisa menjadi agak rumit dan kadang-kadang Anda mungkin perlu penjelasan singkat untuk pergi bersama dengan gambar Anda.

Namun, cobalah untuk mengubah sebanyak yang Anda bisa menjadi gambar. Dalam beberapa kasus, materi pelajaran akan menentukan berapa banyak ini. Sebagai contoh, lihat infografis ini dibuat tentang psikologi mempengaruhi dan membujuk.

5. Jangan Bosan!

Kuncinya adalah benar-benar berpikir tentang bagaimana Anda dapat memvisualisasikan setiap irisan data bukan hanya menulis dalam jenis huruf yang bagus dan meletakkan dengan cara yang kreatif.

Jangan bosan. Dengan kata lain, Anda harus benar-benar berpikir tentang bagaimana Anda dapat mengubah tata letak dan aliran sehingga menjadikan desain infografis yang baik dan menarik. Cobalah untuk menemukan cara-cara baru untuk mendefinisikan dan memecah bagian-bagian tapi jangan terlalu terbawa.

6. Perhatikan Jenis Font!

Tipografi bisa kita gunakan dalam setiap desain yang sangat penting dan dapat menjadi perbedaan antara desain besar dan kecil. Cobalah untuk membatasi penggunaan font hanya 2 jenis saja. Pilih satu font yang cocok untuk judul dan sub judul dengan jenis huruf yang dapat dibaca untuk setiap body text atau catatan.

Terlalu banyak tipografi dapat membingungkan mata dan membuat sulit untuk memutuskan mana tulisan yang harus dibaca pertama dan mengganggu aliran dan narasi. Jadilah orang yang selektif dalam menggunakan pilihan font untuk membagi informasi dan konten tepat. Desain infografis yang baik hanya menggunakan jenis font secukupnya.

7. Kontras Selalu Baik

Sebuah palet warna cerah tidak selalu berarti bahwa itu secara otomatis akan mengambil perhatian. Pilihan warna bisa membuat perbedaan antara orang-orang atau membuat mereka berbalik dan lari ketakutan. Sangat penting untuk mempertimbangkan perihal warna yang digunakan sebelum Anda mulai membuat desain infografis yang baik.

Pikirkan tentang subjek Anda, audiens Anda akan mempertimbangkan hal-hal seperti psikologi warna dan bagaimana Anda ingin pengguna untuk merasakannya. Berpikirlah saat melihat infografis tersebut.

Pertimbangkan siapa Anda membuat desain ini untuk siapa? Apa yang mereka beli? Pikirkan juga produk yang Anda promosikan, apakah Anda perlu untuk memperkuat merek dengan warna? Pastikan Anda menentukan apakah ada pedoman yang perlu Anda ikuti sebelum Anda mulai.

Demikian pula dengan font, jangan berlebihan dengan jumlah warna. Gunakan satu atau dua warna utama dan mungkin hanya dua lebih untuk aksennya. Gunakan warna aksen untuk menguraikan antara bagian atau tema yang berbeda.

8. Tes dan Ukur

Uji infografis Anda pada beberapa rekan-rekan dan siapa saja yang Anda kehendaki. Apakah desain itu dapat mengalir, dapat dengan mudah mewakili untuk bercerita, apakah teks terlalu kecil/terlalu besar/terlalu banyak/terlalu sedikit, apakah ilustrasi binatang yang Anda buat tampak seperti binatang aslinya?

Sangat penting untuk memeriksa semuanya agar masuk akal untuk orang lain. Jangan sampai Anda membuat ilustrasi yang tidak terlihat atau terlalu umum sehingga audiens tidak mengetahui atau menyadari keberadaannya. Pastikan ilustrasi Anda berguna untuk membantu penjelasan data yang disajikan melalui infografis.

Ingat, Anda menciptakan infografis untuk audiens atau orang lain. Jika ada hal-hal yang tidak terbaca, maka periksa kembali dan perlu dibenarkan kembali.

Related Post: Peran Katalog Dalam Peningkatan Sales Perusahaan

Jasa Desain Infografis

Untuk Anda yang berdomisili di Jakarta, Semarang, dan sekitarnya dan sedang membutuhkan jasa desain infografis, Kami Sooca Design Agency siap membantu Anda dalam mendesain infografis. Kami juga bisa menangani berbagai macam kebutuhan desain grafis lainnya seperti laporan tahunan (annual report), company profile, brosur sustainability report dll. Hubungi kami di kontak.

sumber : http://blog.sribu.com

Sooca Design: We are graphic design agency.