Lone worker merupakan sebutan bagi seorang pekerja yang melakukan pekerjaannya seorang diri. Pada dasarnya, setiap pengurus mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan safety sign demi melindungi semua pekerja termasuk para pekerja sendiri ini. Meski demikian, pengurus akan berhadapan dengan tantangan yang besar terkait bahaya dan pengendalian yang dapat dialami para pekerja sendiri. Maka dari itu, setiap lone worker harus mengetahui cara pengendalian keselamatan ketika bekerja sendirian agar tetap aman saat melakukan pekerjaannya.

Pekerja yang Tergolong Lone Worker

HSE (Health and Safety Executive) mengemukakan definisi dari pekerja sendiri, yaitu para pekerja yang menjalankan tugasnya secara sendirian tanpa pengawasan langsung atau pengawasan dalam jarak dekat. Terdapat beberapa profesi yang tergolong pekerja sendiri, di antaranya

  • Sosial dan Kesehatan (Pekerja sosial, dokter, dan perawat)
  • Pekerja Rumahan (Wiraswasta, penulis)
  • Transportasi dan Logistik (Staff gudang, pengemudi, dan bongkar muat barang)
  • Pekerjaan di Luar Jam Kerja (Para pekerja yang memiliki waktu bekerja di luar jam kerja umum, seperti petugas kebersihan atau petugas keamanan
  • Utilitas (Petugas pemeliharaan atau perbaikan, petugas pembaca meteran, orang-orang yang bekerja di perusahaan listrik, gas, dan air)

Risiko Bahaya Keselamatan Kerja yang Dapat Dialami Lone Worker

bahaya keselamatan kerja

Beberapa risiko yang mungkin dialami oleh para pekerja sendiri yaitu kecelakaan atau kondisi darurat yang terjadi dari pekerjaan, termasuk penyediaan P3K yang tidak memadai, penyakit yang diderita oleh pekerja sendiri dan dapat kambuh secara tiba-tiba, serta serangan fisik maupun verbal dari orang asing atau penyusup.

Related post: Cara Menjaga Keselamatan Saat Mengoperasikan Alat Berat

Berikut Cara Pengendalian Keselamatan Ketika Bekerja Sendirian yang Dapat Anda Terapkan

Pekerja yang bekerja sendiri memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan pekerja yang bekerja secara berkelompok atau memiliki rekan kerja. Misalnya, jika pekerja sendiri mengalami kondisi darurat, mereka akan kesulitan dalam meminta pertolongan.

Mengapa demikian? Sebab tidak ada yang melihat atau mendengar mereka secara langsung. Untuk menghindari kecelakaan kerja, berikut beberapa cara pengendalian keselamatan ketika bekerja sendirian yang perlu Anda perhatikan.

1.     Membuat Prosedur

Untuk mengendalikan risiko bahaya keselamatan kerja bagi pekerja sendiri, perlu dibuat prosedur yang berisi skup pekerja sendiri dalam beberapa durasi serta definisi yang spesifik dalam pekerja sendiri. Prosedur yang dibuat tersebut juga dapat mengatur pembagian tanggung jawab yang berasal dari manajemen maupun kontraktor. Pengendalian kondisi darurat juga bisa dimasukkan dalam prosedur tersebut.

2.     Identifikasi Risiko

Seluruh lokasi dan pekerjaan yang tergolong pekerja sendiri harus dilakukan identifikasi dan direkam dalam bentuk dokumen. Dalam melakukan hal ini, sebaiknya para pekerja juga terlibat dalam proses identifikasi risiko agar lebih memahami bahaya keselamatan kerja apa saja yang mungkin dihadapi ketika bekerja.

3.     Pengendalian Risiko

Dalam pengendalian risiko, perlu dipertimbangkan tingkatan pengendalian bahaya. Beberapa contoh pengendalian risiko yang termasuk dalam tingkatan pengendalian bahaya adalah berikut ini:

  • Eliminasi: beberapa pekerja sendiri yang memiliki risiko bahaya tinggi seperti mereka yang bekerja di atap dan ruang terbatas harus menerapkan metode eliminasi bahaya bekerja sendiri. Para pekerja sendiri harus didampingi paling tidak satu orang dalam metode eliminasi.
  • Substitusi: bentuknya dapat berupa mengubah jam kerja, melakukan patroli di malam hari diganti menjadi hanya ketika siang hari dan dalam kondisi ramai orang.
  • Pengendalian engineering: beberapa tindakan yang masuk dalam kategori pengendalian engineering adalah pemasangan CCTV, penggunaan life saver, penggunaan radio handy talky, dan penggunaan aplikasi panic button.
  • Kendali organisasi: tindakan yang dapat dilakukan seperti menggunakan izin kerja, membuat mekanisme laporan setiap beberapa waktu sekali, dan memberikan pelatihan mengenai bahaya bekerja secara sendiri.

4.     Pemantauan Ketika Implementasi di Lapangan

Pada saat pelaksanaan di lapangan, sangat penting untuk dilakukan pemantauan untuk mengendalikan bahaya pekerja sendiri. Melalui tindakan pemantauan ini, dapat diketahui letak titik lemah pengendalian sehingga dapat dilakukan pengembangan guna meminimalkan kecelakaan akibat bekerja secara sendiri.

Setelah membaca informasi seputar cara pengendalian keselamatan ketika bekerja sendirian, semoga dapat menambah wawasan bagi Anda khususnya para pekerja sendiri agar selalu mengutamakan keamanan dan terhindar dari bahaya keselamatan kerja.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.