pelaporan keberlanjutan berbasis GRI

Peringkat atau Penilaian Laporan Keberlanjutan

Peringkat atau penilaian laporan keberlanjutan – Pada POJK No. 51/POJK.03/2017, selain mengatur mengenai kewajiban lembaga jasa keuangan, emiten dan perusahaan publik untuk menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan dan Laporan Keberlanjutan, pada pasal 9 diatur juga mengenai pemberian insentif oleh OJK untuk perusahaan yang telah menaati ketentuan tersebut.

Insentif yang diberikan dapat berupa mengikutsertakan lembaga jasa keuangan, emiten dan perusahaan public dalam program pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penganugerahan sustainable finance award dan atau insentif lainnya.

Laporan keberlanjutan merupakan penjelasan aktivitas perusahaan yang terkait dengan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Laporan keberlanjutan dianggap sebagai komitmen perusahaan dalam menjalankan keberlanjutan dan meminimalisir risiko. Oleh karena itu, laporan keberlanjutan adalah cara yang paling tepat untuk mengkomunikasikan kepada stakeholders mengenai aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan keberlanjutan. Kali ini Sooca Design akan memberikan informasi mengenai peringkat dan penilaian laporan keberlanjutan atau sustainability report.

Laporan Keberlanjutan Berbasis GRI Sebagai Standar Penilaian

pelaporan keberlanjutan berbasis GRIGlobal Reporting Initiatives (GRI) merupakan salah satu pedoman yang digunakan mayoritas perusahaan di dunia. GRI adalah sebuah organisasi internasional independent yang membantu bisnis, pemerintah dan organisasi lain untuk memahami dan mengkomunikasikan isu-isu bisnis mengenai dampak bisnis seperti perubahan iklim, hak asasi manusia, dan lain-lain.

GRI menerbitkan GRI G4 sebagai pedoman terkini dalam mengungkapkan laporan keberlanjutan perusahaan. Tujuan dari G4 adalah untuk membantu pelapor menyusun laporan keberlanjutan secara konsisten dan terarah menjadi laporan yang standar. Dengan menggunakan pedoman ini, perusahaan yang melaporkan akan mendapatkan informasi yang andal, relevan dan terstandarisasi yang dapat digunakan untuk menilai risiko dan peluang serta pengambilan keputusan yang lebih matang baik oleh perusahaan maupun stakeholders.

Pedoman pembuatan laporan keberlanjutan berbasis GRI, secara berkala ditinjau untuk memberikan panduan yang terbaik dan termutakhir bagi pelaporan keberlanjutan. Tujuan dari peninjauan tersebut adalah agar membantu penyusun laporan dalam menyusun laporan keberlanjutan berisikan informasi paling terkini dan akurat. Dengan penerapan GRI oleh perusahaan diharapkan mampu menghasilkan pelaporan keberlanjutan yang berstandarisasi dengan tingkat transparansi dan konsistensi bagi penyusun informasi dan dapat diandalkan oleh stakeholders. Ada pun yang menjadi standar pengungkapan informasi dalam laporan keberlanjutan menurut GRI terdapat 91 indikator.

Indikator kinerja dalam GRI G4 dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu kriteria ekonomi, lingkungan dan sosial. Dalam masing-masing kriteria ini dibagi menjadi beberapa indikator. Sedangkan pada kategori sosial dibagi kembali menjadi sub kategori sebelum dijabarkan dalam beberapa indikator, yaitu praktek ketenagakerjaan dan kenyamanan bekerja, hak asasi manusia, masyarakat dan tanggung jawab atas produk.

Sustainability Report Award di Indonesia

Pelaporan keberlanjutan memberikan pemahaman kepada stakeholders tentang dampak keberlanjutan untuk kegiatan bisnis utama perusahaan dan tindakan strategis yang diambil oleh perusahaan dalam menanggapi dampak ini. Pelaporan keberlanjutan akan menampilkan akuntabilitas perusahaan dalam menjalankan urusan bisnis secara bertanggung jawab untuk memungkinkan stakeholders mengevaluasi implementasi pada perusahaan.

Sebagai pengakuan dan insentif kepada perusahaan yang telah membuat laporan keberlanjutan, Pusat Nasional untuk Laporan Keberlanjutan (National Center for Sustainability Report – NCSR) mengadakan Penghargaan Pelaporan Keberlanjutan (SRA) setiap tahun.

Tujuan dari pemberian penghargaan ini adalah untuk memotivasi dan mempercepat keberlanjutan pelaporan perusahaan dengan menghargai upaya perusahaan untuk mengkomunikasikan kinerja perusahaan dalam 3 aspek, ekonomi, sosial dan lingkungan. Karenanya penghargaan tersebut tidak mengomentari kinerja itu sendiri, melainkan penghargaan itu terutama berfokus pada transparansi dan kepatuhan pelaporan terhadap pedoman pelaporan keberlanjutan yang dikembangkan oleh Global Reporting Initiative.

Asia Sustainability Reporting Rating (ASRR)

Pada tahun 2018, NCSR pertama kalinya memprakarsai Peringkat Asia Sustainability Reporting Rating (ASRR), yang sebelumnya biasa disebut sebagai Sustainability Reporting Awards (SRA). Perbedaan mendasar antara ASRR dan SRA adalah bila pada SRA sebelumnya penerima penghargaan disebut sebagai Winner, pada ASRR diubah menjadi Rating.

Pada ASRR, semua peserta akan diberi penghargaan, akan tetapi dengan kategori yang berbeda satu sama lain. Penghargaan tergantung pada hasil laporan keberlanjutan yang dinilai. Peringkat yang diberikan juga memiliki beberapa kategori, platinum, emas, perak dan perunggu. Dan karena pesertanya tidak hanya berasal dari Indonesia, tapi juga dari negara lain di Asia, maka disebut juga sebagai “Peringkat Pelaporan Keberlanjutan Asia” disingkat Asia SR Rating atau ASRR. ASRR ini adalah sistem peringkat laporan keberlanjutan pertama di Asia

Penilaian Laporan Keterbukaan Indonesia di Mata Dunia

penilaian laporan keberlanjutan berbasis GRI
Sumber: www.pexels.com/photo/graphs-job-laptop-papers-590016/

Pada tahun 2020 ini, Indonesia mendapat peringkat tertinggi dibandingkan dengan 27 negara lainnya dalam kepercayaan publik terhadap transparansi informasi pada laporan keberlanjutan menurut survei GlobeScan dan Global Reporting Initiative (GRI).

Hasil ini menunjukkan bahwa transparansi kinerja mayoritas perusahaan di Indonesia telah sesuai dengan standar pengungkapan pada aspek lingkungan, sosial dan tata kelola dalam proses bisnisnya. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan investor dalam mendukung pembiayaan dan investasi dalam pembangungan berkelanjutan di Indonesia.

Apabila saat ini perusahaan Anda tengah mencari jasa pembuatan laporan keberlanjutan berbasis GRI, Sooca Design menyediakan solusinya.

Telah berpengalaman dalam dunia desain annual report dan desain sustainability report selama lebih dari 10 tahun, Sooca Design memberikan layanan yang lengkap. Mulai dari design, copywriting, translate, fotografi hingga cetak. Kontak kami segera untuk mendapatkan penarawannya.

PENAWARAN PEMBUATAN LAPORAN KEBERLANJUTAN

GRATIS Mini Course

Kategori