menyusun tata kelola keberlanjutan perusahaan

Menyusun Tata Kelola Keberlanjutan Perusahaan

Tata kelola keberlanjutan perusahaan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam laporan keberlanjutan. Menyusun tata kelola yang baik sudah sepantasnya tak berlangsung sesaat, namun berkesinambungan demi keberlangsungan perusahaan itu sendiri.

Menyusun tata kelola keberlanjutan memberikan gambaran keseluruhan tentang:

menyusun tata kelola keberlanjutan perusahaanStruktur tata kelola dan komposisinya

  1. Peran badan tata kelola tertinggi dalam menetapkan tujuan, nilai, dan strategi organisasi
  2. Kompetensi dan evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi
  3. Peran badan tata kelola tertinggi dalam manajemen risiko
  4. Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan
  5. Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengevaluasi kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial
  6. Remunerasi dan insentif

Transparansi pada struktur dan komposisi tata kelola organisasi penting untuk memastikan akuntabilitas lembaga dan individu yang terkait. Pengungkapan Standar ini menggambarkan bagaimana badan tata kelola tertinggi ditetapkan dan dibentuk dalam mendukung tujuan organisasi, dan bagaimana tujuan tersebut dikaitkan dengan dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Struktur dan komposisi tata kelola keberlanjutan perusahaan mencakup:

  1. Laporkan struktur tata kelola organisasi, termasuk komite-komite badan tata kelola tertinggi. Identifikasi komite yang bertanggung jawab dalam pembuatan keputusan terkait dengan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial.
  2. Laporkan proses pelimpahan otoritas untuk topik ekonomi, lingkungan dan sosial dari badan tata kelola tertinggi kepada eksekutif senior dan karyawan lainnya.
  3. Laporkan apakah organisasi telah menetapkan jabatan atau jabatan-jabatan di tingkat eksekutif dengan tanggung jawab untuk topik ekonomi, lingkungan, dan sosial, dan apakah pemegang jabatan melapor langsung kepada badan tata kelola tertinggi.
  4. Laporkan proses konsultasi antara pemangku kepentingan dan badan tata kelola tertinggi tentang topik ekonomi, lingkungan, dan sosial. Jika proses konsultasi didelegasikan, jelaskan kepada siapa dan masukan-masukan mana yang diproses kepada badan tata kelola tertinggi.

Laporkan komposisi badan tata kelola tertinggi dan komite-komitenya menurut

– Eksekutif atau non-eksekutif

– Independensi

– Masa jabatan di badan tata kelola

– Jumlah posisi dan komitmen lain yang signifikan dari setiap individu dan sifat komitmen

tersebut

– Gender

– Keanggotaan kelompok sosial yang kurang terwakili

– Kompetensi bagi yang berkaitan dengan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial

– Perwakilan pemangku kepentingan

  1. Laporkan apakah pimpinan badan tata kelola tertinggi juga merupakan pejabat eksekutif (dan, jika ya, apa fungsinya dalam manajemen organisasi dan alasan untuk pengaturan ini).
  2. Laporkan proses pencalonan dan pemilihan badan tata kelola tertinggi dan komite-komitenya, dan kriteria yang digunakan untuk mencalonkan dan memilih anggota badan tata kelola tertinggi, termasuk:

– Apakah dan bagaimana keberagaman dipertimbangkan

– Apakah dan bagaimana independensi dipertimbangkan

– Apakah dan bagaimana keahlian dan pengalaman yang berkaitan dengan topik ekonomi,

lingkungan, dan sosial dipertimbangkan

– Apakah dan bagaimana pemangku kepentingan (termasuk pemegang saham) dilibatkan

  1. Laporkan proses pada badan tata kelola tertinggi untuk memastikan konflik kepentingan dihindari dan dikelola. Laporkan apakah konflik kepentingan diungkapkan kepada pemangku kepentingan, termasuk, setidaknya:

– Keanggotaan lintas dewan

– Lintas kepemilikan saham dengan pemasok dan pemangku kepentingan lain

– Keberadaan pemegang saham pengendali

– Pengungkapan tentang pihak yang berelasi

Related post: Bagaimana Strategi & Analisis Perusahaan?

Dalam menyusun tata kelola keberlanjutan juga memuat peran badan tata kelola tertinggi dalam menetapkan tujuan, nilai, dan strategi. Badan tata kelola tertinggi menetapkan budaya organisasi, dan memiliki peran yang besar dalam menetapkan tujuan, nilai, dan strateginya. Pada bagian ini, perusahaan dapat melaporkan peran badan tata kelola tertinggi dan eksekutif senior dalam pengembangan, persetujuan, dan pembaruan tujuan, pernyataan nilai atau misi, strategi, kebijakan, dan sasaran organisasi yang berkaitan dengan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Pengungkapan standar ini menunjukkan sejauh mana badan tata kelola tertinggi terlibat dalam memantau dan bereaksi terhadap kinerja organisasi untuk topik ekonomi, lingkungan, dan sosial. Kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial mengakibatkan risiko dan peluang besar di mana badan tata kelola tertinggi harus memastikan pemantauan dan, bila sesuai, penanganannya. Pengungkapan standar ini juga membahas proses organisasi untuk menyampaikan permasalahan penting pada badan tata kelola tertinggi.

Sementara itu, remunerasi dan insentif berfokus pada kebijakan remunerasi yang ditetapkan untuk memastikan bahwa pengaturan remunerasi dapat mendukung tujuan strategis organisasi, selaras dengan kepentingan pemangku kepentingan, dan memungkinkan untuk dapat merekrut, memotivasi, serta mempertahankan anggota badan tata kelola tertinggi, eksekutif senior, dan karyawan.

Perusahaan juga bisa memasukkan perangkat hokum yang terkait tata kelola, seperti UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, struktur tata kelola perusahaan, dan organ utama perusahaan, yakni:

  1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
  2. Dewan Komisaris
  3. Direksi

RUPS berperan sebagai forum untuk mengambil keputusan di antara para Pemegang Saham. Dewan Komisaris berfungsi sebagai pengawas, dan Direksi yang memimpin jalannya kegiatan operasional perusahaan dan pelaksana keputusan-keputusan RUPS. RUPS dilaksanakan secara periodik atau tahunan atau disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Dalam RUPS, Dewan Komisaris dan Direksi mempertanggungjawabkan kinerja bisnis dan konteks keberlanjutan perusahaan.

Untuk mendukung fungsi yang dijalankan oleh organ utama, perusahaan memiliki organ pendukung yang terdiri dari Sekretaris Perusahaan, Satuan Pengawasan Intern, dan komite di bawah Dewan Komisaris.

Sekretaris Perusahaan berfungsi menjalankan prinsip-prinsip tata kelola, terutama dalam hal keterbukaan informasi serta membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan pihak internal maupun eksternal. Sedangkan Satuan Pengawas Intern berfungsi sebagai unit kerja yang berperan dalam menjalankan kegiatan asurans dan konsultasi (consultative management) yang bertujuan untuk mengevaluasi serta meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko, sistem pengendalian manajemen dan proses governance.

Selain itu, perusahaan juga bisa menjabarkan fungsi unit kerja lain dan berbagai upaya terkait tata kelola keberlanjutan di dalam laporan keberlanjutannya.

Apabila perusahaan Anda tengah mencari jasa pembuatan laporan keberlanjutan, jawabannya adalah Sooca Design. Selain menyediakan layanan desain dan cetak sustainability report, kami juga dapat memenuhi segala kebutuhan desain perusahaan lainnya seperti desain annual report dan desain company profile.

Cukup menghubungi tim marketing kami dengan klik DISINI, maka Anda sudah bisa mendapatkan informasi serta penawaran jasa pembuatan sustainability report terbaik dari Sooca Design.

 

Sumber:

Pedoman Laporan Keberlanjutan Perusahaan GRI4

Laporan Keberlanjutan Ancol 2019

GRATIS Mini Course

Kategori