penyusunan laporan keberlanjutan perusahaan go public

Penyusunan Laporan Keberlanjutan Perusahaan Go Public

Dasar hukum yang mewajibkan perusahaan go public untuk menyusun laporan keberlanjutan perusahaan publik adalah POJK No. 51/POJK.03/2017, dimana pada pasal 10 (1) POJK tersebut menyebutkan bahwa “LJK, emiten dan perusahaan publik wajib menyusun laporan keberlanjutan”.

Selain itu diatur pula pada pasal 66 (2) UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, menyatakan bahwa perusahaan yang telah go public wajib membuat laporan keberlanjutan (sustainability reporting). Bapepam – LK juga mengeluarkan aturan yang mengharuskan perusahaan go public untuk mengungkapkan pelaksanaan kegiatan corporate social responsibility (CSR) dalam laporan tahunan perusahaan.

Perusahaan go public memiliki kewajiban menyusun laporan keberlanjutan (sustainability report) secara terpisah atau menjadi bagian tak terpisah dari laporan tahunan. Nantinya kedua laporan ini akan disajikan kepada pemegang saham, dan juga dipublikasikan melalui situs web perusahaan.

Laporan tahunan akan mengulas mengenai kinerja perusahaan secara umum, sementara laporan keberlanjutan perusahaan publik akan menitikberatkan pada kebijakan perusahaan dalam menjaga kondisi lingkungan alam di sekitar perusahaan.

Menyusun Laporan Keberlanjutan Perusahaan Publik
Gambar oleh: Paxels – energepic.com

Manfaat Laporan Keberlanjutan Perusahaan Publik

  1. Akan lebih mudah mendapatkan pinjaman dari perbankan. Saat ini perbankan lebih berhati-hati sebelum menyetujui permohonan kredit dari calon debitur dengan mewajibkan perusahaan untuk menyertakan laporan keberlanjutan perusahaan sebagai bahan analisa kredit. Hal ini untuk mengantisipasi, karena jika debitur bermasalah atau tidak ramah lingkungan, maka bank yang membiayainya akan ikut terseret juga.
  2. Investor luar negeri akan memilih perusahaan yang menerbitkan laporan keberlanjutan sesuai standar internasional pada saat memutuskan membeli atau menanamkan modal di sebuah perusahaan. Salah satu laju investasi asing adalah dipengaruhi oleh laporan keberlanjutan yang disusun perusahaan.
  3. Perusahaan yang menerbitkan laporan keberlanjutan biasanya memiliki bisnis yang bertahan lama. Citra perusahaan juga akan lebih baik dibanding perusahaan lain yang tidak memiliki laporan keberlanjutan karena menandakan perusahaan sudah lebih transparan kepada publik.
  4. Laporan keberlanjutan perusahaan publik merupakan penerapan prinsip good corporate governance (GCG). Melalui penerapan sustainability report diharapkan perusahaan dapat berkembang secara berkelanjutan (sustainable growth) yang berdasarkan pada etika bisnis (business ethics).

Baca juga: Dampak Penyusunan Laporan Keberlanjutan Terhadap Perusahaan

Tipe Pengungkapan Dalam Laporan Keberlanjutan Perusahaan Publik

Berdasarkan sustainability reporting guidelines, terdapat 3 tipe pengungkapan yang dimasukkan dalam sustainability reporting:

  1. Strategi dan profil organisasi, menampilkan kinerja perusahaan, seperti strategi, profil dan tata kelola perusahaan (corporate governance).
  2. Pendekatan manajemen, menampilkan bagaimana kebijakan manajemen organisasi pada beberapa area spesifik sehingga dapat memberikan pemahaman lebih mendalam kinerja perusahaan.
  3. Indikator kinerja, digunakan untuk memperbandingkan informasi kinerja ekonomi, lingkungan dan sosial dari perusahaan.

Menyusun Laporan Keberlanjutan Perusahaan Publik

Item-Item Pada Indeks Pelaporan Keberlanjutan Perusahaan Publik (Sustainability Reporting)

Standar yang digunakan dalam menyusun laporan keberlanjutan adalah Sustainability Reporting Guidelines (SRG), yang dikeluarkan oleh Global Reporting Initiative (GRI). Prinsip yang digunakan pada laporan keberlanjutan perusahaan publik adalah ketepatan (accuracy), menyeluruh (completeness), serta reliabilitas (reliability).

Secara umum, Sustainability Reporting Guidelines terdiri dari profil perusahaan, profil pelaporan, cakupan dan batasan pelaporan, tata kelola perusahaan, keterlibatan stakeholders, indikator aspek kinerja perekonomian, indikator aspek kinerja lingkungan, ketenagakerjaan dan sumber daya manusia, aspek perlindungan kepada nasabah dan lain sebagainya.

Apabila dirinci lebih lanjut, berikut adalah item-item pada indeks pelaporan keberlanjutan perusahaan publik:

  1. Perusahaan menempatkan informasi keberlanjutan perusahaan pada menu utama situs perusahaan.
  2. Perusahaan menyediakan fasilitas tanya jawab terkait informasi keberlanjutan perusahaan pada situs perusahaan.
  3. Perusahaan menginformasikan person in charge terkait informasi keberlanjutan perusahaan.
  4. Perusahaan mengajak pengunjung situs perusahaan untuk pro aktif mendapatkan informasi keberlanjutan perusahaan.
  5. Perusahaan menyajikan foto-foto yang berisikan 3 pilar informasi keberlanjutan perusahaan pada situs perusahaan.
  6. Perusahaan menampilkan visi dan misi keberlanjutan perusahaan pada situs perusahaan.
  7. Situs perusahaan setidaknya menyediakan informasi dalam 2 bahasa.
  8. Perusahaan menampilkan informasi terkait aktivitas 3 pilar keberlanjutan perusahaan pada situs perusahaan.
  9. Perusahaan menyajikan latar belakang pihak yang mengelola manajemen perusahaan pada situs perusahaan.
  10. Perusahaan menampilkan informasi cabang atau daerah operasi perusahaan pada situs perusahaan.
  11. Perusahaan selalu update press release perusahaan terkait aktivitas keberlanjutan perusahaan pada situs perusahaan.
  12. Perusahaan menyajikan informasi penanganan masalah sosial, lingkungan, dan ekonomi pada situs perusahaan.
  13. Perusahaan menyajikan informasi keberlanjutan baik aktivitas sosial dan lingkungan pada situs perusahaan.
  14. Perusahaan menjamin laporan keberlanjutan yang disusun telah diaudit oleh pihak ketiga dan dilaporkan pada situs perusahaan.
  15. Perusahaan menyajikan informasi terkait penyerapan tenaga kerja.
  16. Perusahaan menampilkan informasi negatif terkait informasi keberlanjutan perusahaan.
  17. Perusahaan menyajikan informasi produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan serta menyajikan informasi terkait bahan baku yang digunakan oleh perusahaan.
  18. Perusahaan menyajikan informasi yang jelas terkait dengan geografi penjualan produk atau geografi penyediaan jasa.
  19. Perusahaan menyajikan informasi terkait sumbangan yang diberikan kepada masyarakat dalam situs perusahaan.
  20. Kode etik perusahaan ditampilkan dalam situs perusahaan.

Perusahaan menyajikan informasi keberlanjutan perusahaan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ketelitian dalam membuat laporan keberlanjutan memang sangat diperlukan agar mendapatkan manfaat yang maksimal. Anda juga bisa menggunakan jasa dalam membuat laporan keberlanjutan perusahaan publik, seperti Sooca Design. Kunjungi juga akun instagram kami di @soocadesign.

GRATIS Mini Course

Kategori