Cara Menyusun Data & Informasi Keuangan Laporan Berkelanjutan

Penyusunan informasi keuangan laporan berkelanjutan memerlukan sejumlah dokumen yang berisi beragam data. Dokumen apa saja yang terkait implementasi keuangan berkelanjutan?

Cara Menyusun Data dan Informasi Keuangan Pada Laporan Berkelanjutan

Menurut Pedoman Teknis bagi bank terkait implementasi POJK No. 51/POJK.03/2017, keuangan berkelanjutan memiliki tiga prioritas implementasi keuangan berkelanjutan, yaitu

  1. Pengembangan produk dan/atau jasa keuangan berkelanjutan, termasuk peningkatan portofolio pembiayaan, investasi, penempatan pada instrumen keuangan, atau proyek yang sejalan dengan penerapan keuangan berkelanjutan;
  2. Pengembangan kapasitas intern Lembaga Jasa Keuangan (LJK); atau
  3. Penyesuaian organisasi, manajemen risiko, tata kelola, dan/atau standar prosedur operasional (standard operating procedure) LJK yang sesuai dengan prinsip penerapan keuangan berkelanjutan.

Cara Menyusun Data & Informasi Keuangan Laporan Berkelanjutan

Source: pixabay.com

Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB)

Rencana penerapan ketiga prioritas itu dilakukan secara bertahap. Penerapannya turut mempertimbangkan kondisi keuangan, struktur, dan kompleksitas masing-masing bank. Lalu, rencana tersebut harus dituangkan dalam Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) jangka panjang dan jangka pendek.

Bank dapat melakukan revisi target RAKB jangka panjang. Syaratnya jika revisi tersebut disebabkan oleh beberapa kondisi, yaitu

  1. Realisasi kegiatan tahunan tidak mencapai target dari indikator yang ditentukan;
  2. Bank memiliki kapasitas sehingga dapat mencapai indikator yang lebih tinggi;
  3. Perubahan faktor eksternal (kondisi perekonomian, perkembangan sosial dan politik, serta perkembangan teknologi); dan/atau
  4. Pencapaian target bank dalam implementasi keuangan berkelanjutan di bawah peer group.

Cara Menyusun Data & Informasi Keuangan Laporan Berkelanjutan

Source: pixabay.com

Alokasi dana kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)

Bank yang diwajibkan melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) harus menetapkan alokasi dana dan kegiatan TJSL. Alokasi dana dan kegiatan TJSL ini tentu yang mendukung keuangan berkelanjutan. 

Visi, misi, dan strategi kebijakan

Selain itu, bank dapat memulai menetapkan atau menyesuaikan visi, misi, strategi kebijakan, dan program implementasi prinsip keuangan berkelanjutan. Penetapan target implementasi keuangan berkelanjutan dalam perencanaan strategis bank juga diperlukan. Hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam penyesuaian ini antara lain kondisi keuangan, struktur, dan kompleksitas masing-masing bank.

Ringkasan kinerja

Secara umum, data yang dimiliki oleh sebuah perusahaan akan lebih baik bila mencakup beberapa tahun terakhir, misalnya tiga tahun. Hal ini karena bisa dijadikan landasan untuk pengambilan keputusan dan perencanaan selanjutnya.

Data beberapa tahun terakhir tersebut dapat dimuat dalam ringkasan kinerja perusahaan. Ringkasan kinerja itu mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup yang menyatu pada portofolio produk dan/atau jasa perusahaan. Perusahaan juga bisa mengungkapkan kegiatan internal operasional yang memberikan dampak pada sosial dan lingkungan hidup.

Profil singkat perusahaan

Dokumen terkait implementasi keuangan berkelanjutan lainnya adalah profil singkat perusahaan. Profil singkat ini memuat antara lain visi, misi, dan nilai keberlanjutan atau budaya perusahaan.

Profil singkat juga memuat nama, alamat, nomor telepon, nomor faksimili, alamat surat elektronik, dan laman website, serta kantor cabang dan/atau kantor perwakilan. Tak ketinggalan, skala usaha perusahaan, jumlah karyawan, penjelasan singkat mengenai produk, layanan, dan kegiatan usaha yang dijalankan.

Tata kelola keberlanjutan

Dokumen terkait implementasi keuangan berkelanjutan berikutnya terkait tata kelola keberlanjutan. Bagian ini memuat uraian mengenai tugas, wewenang, dan tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris, pegawai, pejabat dan/atau unit kerja yang menjadi penanggung jawab penerapan keuangan berkelanjutan.

Penyusunan bagian ini dalam laporan berkelanjutan, contohnya, Direksi bertanggung jawab memastikan tata kelola dan standar prosedur operasional perusahaan yang telah mencakup prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan. Kemudian, pegawai menjalankan program keuangan berkelanjutan yang telah dirumuskan. 

Data keuangan

Laporan berkelanjutan juga memerlukan data keuangan dalam penyusunannya. Data keuangan ini antara lain perbandingan target, realisasi kinerja, investasi, pendapatan, dan laba rugi.

Daftar Standar dan Prosedur Operasional (SPO)

Dokumen terkait implementasi keuangan berkelanjutan selanjutnya adalah daftar Standar dan Prosedur Operasional (SPO). 

Pengaduan Masyarakat

Mekanisme pengaduan masyarakat serta jumlah pengaduan masyarakat yang diterima dan ditindaklanjuti juga perlu ditampilkan dalam laporan berkelanjutan.

Kegiatan TJSL

Bagian ini memuat kegiatan TJSL yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat dan mendukung bisnis inti perusahaan.

Verifikasi pihak independen

Bagian ini menyampaikan pernyataan hasil verifikasi dari pihak independen (assurance independent statement) terhadap isi laporan berkelanjutan. Tujuan hasil verifikasi ini ditampilkan adalah untuk meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, terutama investor.

Proses verifikasi atau assurance adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas informasi yang disampaikan dalam laporan berkelanjutan. Proses ini dilakukan dengan memeriksa bukti dokumen, wawancara, atau klarifikasi informasi. Mekanismenya bisa melalui sampel dengan menitikberatkan pada informasi yang material.

Sumber Daya

Dokumen terkait implementasi keuangan berkelanjutan lainnya ialah terkait sumber daya. Data rinci mengenai jumlah, karakteristik, dan hal-hal terkait pegawai juga perlu ditampilkan. Bagian ini termasuk jumlah rapat yang diikuti oleh Direksi dan Komisaris. Program pelatihan, atau pemberdayaan seluruh pegawai juga perlu ditampilkan.

jasa pembuatan laporan keberlanjutan

Source: pixabay.com

Lembar umpan balik (feedback

Bila ada, perusahaan juga bisa memasukkan lembar umpan balik (feedback) untuk pembaca laporan berkelanjutan. Bagian ini menunjukkan keterbukaan perusahaan dalam menerima masukan perbaikan atas laporan berkelanjutan. 

Tanggapan dari lembar umpan balik juga perlu dimasukkan dalam laporan berkelanjutan. Bagian ini menjelaskan respons perusahaan atas umpan balik yang diberikan oleh pemangku kepentingan. Jika tidak ada umpan balik, maka perusahaan harus menyampaikan upaya untuk menjangkau partisipasi pemangku kepentingan atas keberadaan laporan berkelanjutan.

Terlepas dari berbagai dokumen dan data di dalamnya, kapasitas penyusun dalam memahami berbagai istilah teknis dan menganalisa permasalahan akan sangat menentukan kualitas sebuah laporan berkelanjutan. 

Soocadesign dapat membantu perusahaan untuk menyusun laporan keberlanjutan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain jasa pembuatan laporan keberlanjutan, Soocadesign juga menawarkan jasa pembuatan video sustainability report, copy writing sustainability report, design graphic untuk korporasi dan bisnis.

Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, Soocadesign telah dipercaya oleh berbagai perusahaaan atau organisasi ternama di tanah air.

Segera terhubung dengan tim Soocadesign melalui kontak di bawah ini:

JASA PEMBUATAN LAPORAN KEBERLANJUTAN BY SOOCADESIGN

 

Sumber:

www.morganstanley.com/ideas/sustainable-investing-competitive-advantages

www.robeco.com/docm/docu-robeco-sustainability-risk-policy.pdf

GRATIS Mini Course

Kategori