Apa Arti Kinerja Ekonomi Keberlanjutan?

Kinerja Ekonomi Keberlanjutan – Berkelanjutan dan berkesinambungan memiliki makna positif bagi perusahaan. Sudah banyak perusahaan kelas dunia yang memposisikan tujuan dan sasarannya yang berkelanjutan. Dengan kata lain, tujuan jangka panjang menjadi fokus perhatian dibandingkan tujuan jangka pendek atau sesaat, terkecuali dalam kondisi terdesak tertentu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendefinisikan pengembangan berkelanjutan sebagai “pengembangan yang dapat memenuhi kebutuhan yang ada saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi penerus untuk memenuhi kebutuhan mereka di masa depan”.

Perusahaan-perusahaan terdepan di dunia dalam keberlanjutan adalah perusahaan yang telah melakukan paling banyak upaya untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi, serta meningkatkan dampak positif yang dapat mereka ciptakan.

Pola konsumsi dan produksi berkelanjutan dilakukan dengan mempromosikan pengadaan sumber daya berkelanjutan, melakukan pengembangan kapasitas untuk produksi berkelanjutan, pendidikan dan promosi untuk menggunakan produk yang berkelanjutan (menciptakan pasar yang bertanggung jawab), serta advokasi untuk perbaikan kebijakan dan standar.

pengungkapan kinerja ekonomi keberlanjutan dalam sustainability reportMenurut Ratnawati (2007), keberlanjutan perusahaan dapat terlihat dari tingkat penjualannya yang meningkat dan bagaimana dukungan aset terhadap peningkatan penjualan serta bagaimana dana yang tersedia (berupa current liabilities, debt, retained earnings, dan new sales) terhadap pertumbuhan aset. 

Hendriyeni (2014) menyatakan, bisnis berkelanjutan adalah bisnis yang memastikan bahwa semua aktivitas dan proses produksinya mempertimbangkan kondisi sosial (people) dan lingkungan (planet), dan tetap memperoleh keuntungan (profit). 

John Elkington (1997) mengembangkan konsep triple bottom line dalam istilah economic prosperity, environmental quality dan social justice. Menurut Elkington, keberlanjutan perusahaan harus memperhatikan ‘3P’ (Profit, People, Planet), yaitu bahwa selain mengejar laba (profit), perusahaan juga harus memperhatikan dan terlibat pada pemenuhan kesejahteraan masyarakat (people), dan turut berkonstribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet).

Berdasarkan tiga pilar keberlanjutan tersebut, perusahaan dapat mendasarkan keyakinannya pada kegiatan bisnis yang juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial. Isu kinerja ekonomi keberlanjutan merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan memiliki kinerja ekonomi yang baik, maka kemampuan perusahaan untuk menyebarluaskan manfaatnya kepada para pemangku kepentingan menjadi semakin baik.

Pada masa sekarang ini, perusahaan tidak hanya diwajibkan mencapai tujuan secara ekonomi, tetapi juga dituntut untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan lingkungan dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Dengan ini, perusahaan tidak lagi soal menciptakan nilai tambah sebuah produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana kreativitas dalam mencerminkan komitmen bisnis terhadap isu-isu sosial, termasuk lingkungan yang menjadi perhatian masyarakat dan konsumennya secara khusus.

Kinerja Ekonomi Keberlanjutan Dalam Sustainability Report

Kinerja ekonomi keberlanjutan dalam sustainability report
Sumber gambar: Pexels.com

Dalam penyusunan sustainability report, misalnya, perusahaan sah-sah saja mencantumkan pertumbuhan dalam kinerja ekonomi keberlanjutan, seperti pendapatan bersih yang meningkat sekian persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari pendapatan bersih tersebut, perusahaan mendistribusikan nilai ekonomi tersebut ke berbegai pihak, seperti pegawai, penyandang dana, pemerintah, dan masyarakat dalam bentuk kegiatan CSR. Jumlah nilai ekonomi yang didistribusikan perusahaan meningkat sekian persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Selain itu, perusahaan juga melakukan sejumlah investasi kepada masyarakat, baik yang bersifat komersial, in-kind, dan probono. Total dana investasi infrastruktur yang dikeluarkan perusahaan yang dapat memberikan dampak tidak langsung beserta rincian program yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Salah satu program CSR di bidang pendidikan yang dilakukan perusahaan adalah mendirikan semacam balai pendidikan untuk anak kurang mampu. Pada tahun lalu, perusahaan melakukan investasi dalam bentuk infrastruktur berupa gedung pendidikan baru yang terdiri dari dua kelas dan ruang guru. Dengan adanya program ini merupakan salah satu wujud partisipasi perusahaan dalam mendukung Program Wajib Belajar Nasional 9 tahun, dengan tujuan mencerdaskan anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi perusahaan.

Program lain yang dilakukan perusahaan adalah Mobil Perpustakaan Keliling, yaitu penyediaan kendaraan roda empat. Mobil ini dilengkapi beragam buku bacaan serta dilengkapi dengan fasilitas audiovisual dan komputer yang terhubung dengan akses internet. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan minat baca dan mendorong literasi di kalangan anak-anak, khususnya yang tinggal di wilayah padat penduduk, memfasilitasi mereka untuk dapat belajar di luar jam sekolah, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya dengan cara yang menyenangkan.

Di samping itu, perusahaan juga terlibat dalam Pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di lima lokasi. Dampak yang didapatkan oleh masyarakat dari investasi tersebut adalah peningkatan kualitas pendidikan dan perbaikan taraf ekonomi masyarakat lokal. Perusahaan yakin bahwa dengan tingkat pendidikan yang baik, gizi yang seimbang, tingkat kesehatan yang baik dan keterampilan yang memadai, akhirnya taraf hidup masyarakat dapat meningkat.

Tak hanya itu, perusahaan tetap melanjutkan program pemberdayaan ekonomi kepada pelaku UMKM dengan menyediakan tenaga pendamping dan pelatihan. Saat ini, pelaku UMKM yang menjadi mitra binaan perusahaan telah berjumlah ribuan yang tersebar di belasan kota atau kabupaten. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan untuk dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.

Beberapa pelaku UMKM tersebut bahkan menjadi pemasok berbagai kebutuhan perusahaan. Sejumlah pelaku UMKM lainnya juga pernah diikutsertakan dalam berbagai pameran berskala lokal maupun nasional.

Pengungkapan kinerja ekonomi keberlanjutan dalam sustainability report sangat penting bagi perusahaan dalam mempertanggungjawabkan bisnisnya, tidak hanya kepada pemegang saham tetapi juga kepada publik yang berkaitan dengan kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan. Pengungkapan kinerja ekonomi keberlanjutan dalam sustainability report  juga dapat menarik minat investor agar mau berinvestasi pada perusahaan Anda. Pada dasarnya, saat ini investor tidak hanya melihat laporan kinerja ekonomi saja, tetapi bagaimana perusahaan dapat menjaga keberlangsungan bisnisnya di masa depan.

Related post: Menyusun Tata Kelola Keberlanjutan Perusahaan

 

Sumber:

Pedoman Laporan Keberlanjutan Perusahaan GRI4

Laporan Keberlanjutan Ancol 2019

GRATIS Mini Course

Kategori