Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Dalam Laporan Tahunan – Sejatinya, sebuah perusahaan tidak hanya mementingkan keuntungan finansial dan pemegang saham. Dalam menjalankan berbagai kegiatan operasinya, perusahaan juga berkewajiban untuk memberikan manfaat secara luas, baik dari segi sosial, ekonomi, ataupun lingkungan.

Pentingnya kemampuan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara performa perusahaan dan menghadapi isu sosial serta lingkungan yang muncul akibat operasi perusahaan mendapat perhatian serius dari Organisasi standarisasi internasional (ISO). Pasalnya, tanggung jawab sosial perusahaan adalah bentuk penetapan kebijakan dalam mempromosikan keseimbangan antara penerimaan perusahaan dan manfaat yang diperoleh masyarakat secara keseluruhan. Kabar baiknya, kini makin banyak perusahaan yang berkomitmen untuk memperhatikan dampak sosial yang mungkin ditimbulkan sebelum memulai usahanya.

Tanggung jawab sosial merupakan sesuatu yang tak ternilai. Begitu pula dengan etika bisnis yang memiliki kaitan erat dengan tanggung jawab sosial. Keduanya saling melengkapi sehingga menjadi perpaduan yang membuat perusahaan memiliki added value di mata masyarakat luas.

tanggung jawab sosial perusahaan dalam annual report

Sumber gambar: Freepik.com

Etika bisnis merupakan kode etik. Setiap perusahaan harus menetapkan dan memiliki kode etik  agar tidak melewati ‘batas-batas’ berbagai norma yang berlaku di masyarakat maupun kaitannya dengan legalitas hukum. Inilah panduan atau tuntunan bagaimana sebuah perusahaan seharusnya dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Panduan ini terwujudkan melalui tanggung jawab sosial kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya di mana sebuah perusahaan berada. Lingkungan sekitar ini tidak hanya berupa alam, namun juga mencakup konsumen, pemasok, karyawan, kreditur, komunitas hingga khalayak luas. Dengan kata lain, tanggung jawab sosial perusahaan merupakan bagian dari etika bisnis.

Perkembangan perusahaan tidak pas bila hanya diukur dari laba atau pendapatannya. Ada nilai-nilai tertentu yang tidak bisa diukur dengan materi. Nilai-nilai tersebut juga berperan penting bagi kesinambungan perusahaan. Nilai-nilai dalam konteks ini adalah etika bisnis dan tanggung jawab sosial.

Perusahaan yang alpa terhadap etika bisnis dan tanggung jawab sosial mungkin tidak akan merasa ‘rugi’ dalam jangka pendek. Tapi, belum tentu untuk jangka panjang. Citra (image) perusahaan yang melekat terbentuk dalam waktu yang tidak cepat. Begitu pun citra yang memudar pada perusahaan. Maksudnya, mengubah citra perusahaan memerlukan proses yang panjang.

Purwanto (2011) mengemukakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan pertanggungjawaban sosial. Hal ini sekaligus membuktikan anggapan bahwa tanggung jawab sosial dipengaruhi oleh ukuran perusahaan. Lebih tepatnya, perusahaan besar cenderung mengungkapkan pertanggungjawaban sosial yang lebih luas.

Lazimnya, masyarakat cenderung ‘tertarik’ terhadap perusahaan yang termasuk dalam industri high profile. Hal ini karena perusahaan yang termasuk dalam industri high profile aktivitas operasinya memiliki potensi dan bersinggungan dengan kepentingan masyarakat luas. Hal tersebut tak terlepas dari perusahaan yang tergolong dalam industri high profile pada umumnya memiliki karakteristik tertentu, seperti memiliki jumlah tenaga kerja yang besar. Sebagian perusahaan tersebut dalam proses produksinya juga mengeluarkan residu, seperti limbah dan polusi.

Publik kerap menyoroti ‘tindak-tanduk’ perusahaan besar terhadap lingkungan sekitarnya. Sorotan ini sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh perusahaan. Eksposur yang terus-menerus terhadap isu lingkungan perusahaan merupakan pengurangan biaya politis sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan. Sebaliknya, untuk perusahaan kecil harus lebih ‘bekerja’ ekstra karena memiliki sumber daya yang terbatas. Keterbatasan sumber daya ini bisa mengakibatkan perusahaan kecil tidak memiliki informasi siap saji sebagaimana perusahaan besar. Alhasil, perusahaan kecil berpotensi mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk melakukan pengungkapan yang lebih lengkap.

Meski begitu, bukan berarti perusahaan kecil dapat melalaikan aspek tanggung jawab sosial perusahaan. Terlepas dari skala, kapasitas, modal, jumlah tenaga kerja dan sebagainya, sebuah perusahaan dalam mengambil keputusan untuk kepentingan usahanya harus memperhatikan etika dan tanggung jawab sosial.

Bentuk-Bentuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Adapun bentuk tanggung jawab sosial perusahaan antara lain:

  • Tanggung jawab sosial kepada konsumen

Tanggung jawab sosial perusahaan kepada konsumen tidak melulu seputar pasokan produk atau pelayanan prima, tetapi juga harus memperhatikan aspek-aspek lain. Aspek-aspek lain ini adalah pemberian manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.

  • Tanggung jawab sosial kepada karyawan

Perusahaan wajib memberikan rasa aman dan nyaman kepada karyawannya dan memperlakukan karyawan dengan adil. Tambah pula, perusahaan juga harus memberikan kesempatan, peluang, dan fasilitas untuk pengembangan diri karyawan itu sendiri secara berkesinambungan.

  • Tanggung jawab sosial kepada kreditur

Perusahaan bisa saja memiliki kewajiban atau utang. Sayangnya, saat jatuh tempo, perusahaan mengalami masalah keuangan. Bila demikian, maka perusahaan harus memberitahukannya kepada kreditur.

  • Tanggung jawab kepada pemegang saham

Perusahaan juga bertanggung jawab kepada pemegang saham. Oleh sebab itu, perusahaan harus memastikan keputusan yang diambil juga turut mempertimbangkan kepentingan pemegang saham.

  • Tanggung jawab sosial kepada komunitas

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan sebagai tanggung jawab sosialnya kepada komunitas. Pemberian bantuan sarana kesehatan, wadah usaha, atau pembinaan kepada pelaku UMKM adalah contoh sederhananya.

  • Tanggung jawab sosial kepada lingkungan

Perusahaan juga bisa berperan aktif secara langsung menjaga pelestarian lingkungan hidup di sekitarnya, seperti tidak membuang limbah sembarangan, menanam pohon, mendaur ulang sampah dan sejenisnya.

Menjalankan etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan tentu saja akan memberikan manfaat yang banyak bagi perusahaan, yakni

  • Memberikan citra positif dan nilai tambah bagi perusahaan
  • Mengurangi biaya akibat tidak terjadinya gesekan, friksi, atau konflik, baik internal maupun eksternal perusahaan
  • Meningkatkan motivasi untuk semua pihak yang terlibat, dan lain sebagainya
  • Memperoleh cakupan pemberitaan yang luas dan cepat, terutama di mata target konsumen perusahaan

Related post: Dampak Positif CSR Bagi Perusahaan

tanggung jawab sosial perusahaan dalam annual reportMengingat manfaatnya bagi perusahaan, tanggung jawab sosial sudah sepantasnya menjadi bagian integral perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Oleh sebab itu, tanggung jawab sosial mendapat porsi di dalam penyusunan laporan tahunan sebuah perusahaan.

Jika perusahaan Anda membutuhkan bantuan profesional dalam membuat konten CSR untuk annual report, Sooca Design solusinya.

Selain desain dan penulisan, kami juga menyediakan layanan pendukung lainnya seperti fotografi dan cetak. Untuk informasi penawaran harga lebih lanjut, segera hubungi Sooca Design melalui kontak berikut ini:

KONTAK

 

Sumber:

www.jurnal.id/id/blog/etika-bisnis-dan-tanggungjawab-sosial-perusahaan/

www.jojonomic.com/blog/tanggung-jawab-sosial-perusahaan/

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.