Tak dapat dipungkiri, angka kecelakaan kerja di Indonesia khususnya di sektor konstruksi masih terbilang tinggi. Bahkan, telah mencapai 100.000 lebih kasus kecelakaan kerja konstruksi di Indonesia dan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia. Lantas, apa saja hal-hal yang menjadi penyebab kecelakaan kerja konstruksi dan upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah kecelakaan tersebut? Simak pembahasannya berikut ini.

Faktor-Faktor yang Menjadi Penyebab Angka Kecelakaan Kerja Konstruksi Tinggi

Terdapat banyak faktor yang dapat memicu kecelakaan konstruksi. Beberapa kasus kecelakaan di luar negeri umumnya terjadi karena metode pelaksanaan konstruksi kurang tepat sehingga mengakibatkan bangunan collapse.

angka kecelakaan kerja & k3 konstruksi

Sementara di Indonesia sendiri, umumnya kasus kecelakaan disebabkan oleh lemahnya pengawasan pada proyek konstruksi, tenaga kerja yang kurang disiplin dalam mematuhi K3 konstruksi (safety sign konstruksi), serta kuantitas dan kualitas APD yang kurang memadai. Lebih detailnya, penyebab kecelakaan konstruksi ditinjau melalui 3 aspek berikut.

·        Manusia

Di masa kini, persyaratan kerja dan kerumitan hidup yang semakin meningkat membuat manusia harus mampu meningkatkan efisiensi kerja dengan memanfaatkan peralatan dan perlengkapan canggih. Namun, semakin canggih peralatan yang digunakan, ternyata semakin besar pula bahaya yang dapat mengancam pekerja.

Beberapa hal yang berpengaruh terhadap kecerobohan pekerja dan kondisi lingkungan di lokasi proyek adalah kelelahan fisik pekerja, perasaan bebas ketika menjalankan tugas, usia dan pengalaman dalam bekerja, permasalahan pribadi, serta pembawaan diri. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan pekerja lalai dan berujung pada kecelakaan konstruksi.

Beberapa tindakan pekerja lain yang dapat menyebabkan kecelakaan adalah gagal menggunakan APD dengan benar, salah dalam mengoperasikan alat, menggunakan alat yang rusak, memindahkan peralatan keselamatan, menyebabkan peralatan tidak berfungsi, bekerja dengan kecepatan yang salah, gagal mengamankan, gagal memberi peringatan, dan mengoperasikan peralatan kerja tanpa wewenang.

·        Lingkungan dan Alat Kerja

Beberapa aspek lingkungan yang dapat memicu kecelakaan kerja adalah gangguan-gangguan yang dialami ketika bekerja sehingga mengganggu konsentrasi hingga kesehatan pekerja, seperti suara bising yang berlebihan, debu dan material beracun, dan faktor cuaca. Sementara itu, alat kerja yang rusak atau tidak memadai juga dapat menjadi aspek penyebab kecelakaan konstruksi.

·        Peralatan Keselamatan Kerja

Dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi, perlu menggunakan peralatan keselamatan seperti hole cover, ear plugs, eye protection, safety shoes, dan safety helmet, sebab peralatan-peralatan tersebut berfungsi untuk melindungi pekerja dari risiko kecelakaan.

Sebagai pelaksana proyek, ketiga aspek tersebut harus benar-benar diperhatikan karena memiliki keterkaitan satu sama lain.

Related post: Cara Pengendalian Keselamatan Kerja Saat Bekerja Sendirian

Pedoman K3 Konstruksi Meminimalkan Risiko Kecelakaan Kerja

Beberapa tindakan K3 konstruksi yang dapat dilakukan untuk mewujudkan zero accident di lingkungan proyek adalah:

1.     Manajemen K3

Perlu ditugaskan personil khusus yang memiliki tanggung jawab sebagai manajemen K3 di lingkungan proyek. Selain itu, perlu juga personil untuk mengontrol penggunaan APD pada setiap pekerja.

2.     Safety Sign

Di lingkungan proyek perlu dipasang safety sign seperti awas listrik awas lubang void, awas benda jatuh, dan rambu K3 lainnya.

3.     Alat Pelindung Diri

Setiap pekerja konstruksi wajib menggunakan APD ketika bekerja.

4.     Penyuluhan

Penting pula untuk rutin mengadakan penyuluhan dengan melibatkan seluruh pekerja sehingga semua pekerja mendapatkan arahan dan peringatan tentang risiko kecelakaan konstruksi serta dapat lebih waspada dalam bekerja.

5.     Perencanaan yang Baik

Sebelum mengeksekusi pekerjaan, sebaiknya dilakukan perencanaan dengan matang, seperti menghitung berat benda apakah sesuai dengan kapasitas tower crane, dan sebagainya.

6.     Mengamankan Lubang Void

Agar tidak terjadi kecelakaan di lubang void, sebaiknya lubang ditutup dan dipasang railing di sekelilingnya untuk mencegah pekerja jatuh dari ketinggian.

7.     Bersihkan Area Proyek

Agar suasana kerja menyenangkan dan tidak ada barang yang berserakan, sering-seringlah membersihkan area proyek dan menyimpan material konstruksi di gudang atau menatanya dengan rapi di wilayah khusus.

8.     Memasang APAR

Pasanglah tabung APAR di lokasi proyek yang memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran.

Demikian pembahasan tentang kecelakaan konstruksi dan safety konstruksi. Semoga dapat memberikan wawasan baru untuk Anda. Selamat bekerja dan jaga keselamatan diri di proyek.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
1
Ada pertanyaan? Saya siap membantu.
Halo
Ada pertanyaan? Saya siap membantu.