Media utama untuk Komunikasi internal perusahaan biasanya menggunakan Majalah Internal. Bahkan di era internet dan pesan singkat, majalah internal masih menjadi media utama bagi organisasi atau perusahaan. Apa yang termasuk majalah internal perusahaan agar tersaji lebih baik?

desain-majalah-perusahaan-sriboga scc-2

Berikut ini delapan poin yang akan membantu Anda.

  1. Kombinasi tentang hal-hal menyenangkan, cerita moral dan informasi perusahaan yang bermanfaat luas. mungkin kabar personal misal pernikahan karyawan, kelahiran anak dapat menjadi informasi yang membahagiakan, namun majalah juga perlu menginformasikan kepada pembaca tentang produk baru, aturan dan layanan perusahaan yang dimiliki. Bahkan jika Anda telah mengirimkan informasi perusahaan melalui jalur formal seperti memo email, karyawan akan lebih mempertahankan informasi jika mereka melihat lagi di newsletter. Selain informasi, menambah daya tarik dengan mewawancarai orang-orang yang terlibat dalam program baru atau keputusan perusahaan dapat menjadi alternatif. Tambahkan karyawan lain untuk menyuarakan pendapat atau pertanyaan mereka tentang hal itu juga. Gunakan kesempatan untuk menjelaskan pesan organisasi secara lebih mendalam.
  2. Memiliki Desain / tampilan yang konsisten. Newsletter Anda harus memiliki gaya, tata letak, bentuk dan publikasi jadwal yang konsisten. Ini akan membuat lebih mudah untuk dibaca, lebih menarik dan diandalkan sebagai sumber informasi. Jika Anda tidak memiliki desainer grafis in-house , atau anggaran untuk melakukan outsourcing untuk tujuan ini, pertimbangkan kontrak dengan seseorang untuk membuat sebuah desain template untuk Anda gunakan sebagai panduan. Sebuah desain tata letak (Layout) yang baik dapat memiliki pengaruh besar pada keterbacaan informasi.
  3. Libatkan karyawan. Ketika karyawan yang terlibat berkontribusi terhadap newsletter / majalah internal / inhouse magazine, mereka lebih cenderung untuk membacanya dan akan lebih relevan untuk mereka. Bahkan jika Anda tidak memiliki tim buletin resmi, rekrut beberapa anggota staf yang akan kontributor reguler atau semi-reguler.
  4.  Membuatnya menarik. Hal ini tampak jelas, tetapi banyak newsletter berakhir menjadi serangkaian monolog yang disampaikan dari eksekutif senior. Gaya penulisan harus mengikuti prinsip yang sama seperti untuk sebuah artikel koran atau majalah. Sertakan banyak penawaran dari mereka yang terlibat dalam cerita serta gambar deskriptif. Hindari foto statis seperti orang berbaris di turnamen golf atau karyawan berjabat tangan dengan CEO saat menerima penghargaan. Pilihlah foto dengan daya tarik visual.
  5. Menyediakan salinan digital / softcopy dan cetak. Email menghemat kertas, tetapi mengingat kelebihan beban di-kotak dan beberapa karyawan yang jarang menggunakan komputer, menyediakan beberapa hard copy newsletter masih diperlukan. Beberapa orang akan selalu memilih untuk membaca hard copy dan dengan setumpuk terletak di ruang santai, orang-orang lebih mungkin untuk mendatangi ruangan dan membacanya ketika mereka memiliki waktu luang. Coba berapa banyak versi cetak yang Anda butuhkan. Tidak semua orang membutuhkan versi cetak majalah internal atau newsletter internal, mereka hanya perlu memiliki akses ke salah satunya saja.
  6. Distribusi. Jangan lupa untuk mengirim salinan newsletter untuk karyawan yang sedang cuti atau lainnya. Hal ini akan membantu mereka untuk tetap terhubung dengan informasi. Perhatikan pula jika versi cetak dan digital magazine / newsletter tersebut ditujukan pula untuk pihak lain seperti partner, customer atau pihak lain yang tidak setiap saat datang ke kantor anda.
  7. Link ke media lain. Mengintegrasikan newsletter Anda dengan media komunikasi internal lainnya. Anda dapat mendapatkan manfaat yang lebih jauh pada intranet perusahaan Anda, misalnya, atau serangkaian foto-foto yang terkait dengan cerita yang tidak memiliki ruang untuk mempublikasikannya. Beberapa perusahaan telah memposting video di intranet mereka yang memberikan latar belakang tambahan untuk cerita buletin. Untuk perusahaan mengalami kesulitan mengarahkan lalu lintas ke intranet, menghubungkan konten newsletter dapat membantu.
  8. Dapatkan umpan balik / feedback. Seperti dengan semua program komunikasi lainnya, mendapatkan umpan balik dari pembaca menjadi tools untuk mengukur efektifitas penyampaian pesan. Survei mereka untuk mengetahui fitur apa yang secara teratur dibaca dan jenis informasi yang pembaca cenderung dipertahankan pada buletin. Hal ini terkadang menghasilkan hasil yang diluar dugaan.

Anda membutuhkan jasa desain majalah untuk  perusahaan, Kami Soocadesign dapat menjadi situs terpercaya Anda dalam menggarap jasa desain majalah perusahaan Anda. Hubungi kami di Contact.

Leave a Reply

%d bloggers like this: